Rahasia Menghilangkan Lemak Perut yang Bandel

Alasan utama mengapa saya rajin berolahraga akhir-akhir ini adalah untuk menjaga kebugaran. Tapi selain itu, alasan lainnya adalah karena lemak di tubuh semakin bertambah, terutama di area perut. Perut yang berlemak dan terlihat gendut membuat saya seringkali merasa tidak nyaman saat bergerak. Apalagi ketika menggunakan celana-celana yang di area pinggangnya tidak bisa melar, seperti celana jeans atau celana kain. Whoa..h menyiksa banget!

Diet menurunkan berat badan

Karena alasan itu, akhirnya saya rutin berolahraga. Berbagai jenis olahraga yang saya pilih diantaranya adalah:

  • Berlari (sprint)
  • Senam Tabata
  • Sit up
  • Squat jamp
  • Push up
  • Lompat tali, hingga
  • Angkat beban

Berbagai jenis olahraga tersebut saya pilih karena menurut hasil penelitian saya, olahraga-olahraga tersebut adalah yang paling bisa membuat lemak di tubuh berkurang dalam waktu cepat karena sebagian besar jenis olahraga di atas adalah olahraga intensitas tinggi.

Sprint

Memilih olahraga intensitas tinggi bagi saya lebih efektif karena lebih hemat waktu. Karena melakukan olahraga intensitas tinggi selama 5 menit saja hasilnya hampir sama dengan senam atau jogging selama 40 menit plus melibatkan pemanasan dan pendinginan 10 menit.

Ngomong-ngomong soal penyebab perut berlemak, dari hasil baca-baca saya menemukan bahwa setidaknya ada beberapa hal yang paling berpotensi menyebabkan perut berlemak dan gendut.


1. Jarang beraktifitas


Pekerjaan menuntut saya untuk tidak banyak bergerak karena pekerjaan saya di depan laptop untuk menulis artikel. Hal tersebut semakin diperparah karena saya juga malas untuk jalan kaki ke tempat-tempat tertentu, bahkan ketika saya ingin pergi ke tempat-tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh, saya pun lebih sering mengandalkan sepeda motor.

Bekerja di Kantor

Akibatnya, jarang bergerak membuat metabolisme tubuh rendah, tubuh tidak banyak membakar kalori yang kita konsumsi terutama dari nasi dan minuman serta makanan manis lainnya. Yang tidak kalah mengkhawatirkan, tidak ada lemak yang dibakar oleh tubuh sehingga lemah terakumulasi dari waktu ke waktu.


2. Suka makanan dan minuman manis


Banyak orang yang lebih suka mengkonsumsi makanan maupun minuman-minuman manis. Apalagi bagi yang tinggal di Jawa seperti saya, cenderung sulit menghindari makanan-makanan manis karena sebagian besar masakan Jawa di campurkan dengan gula pasir untuk menambah cita rasa (agar gurih).

Minuman bersoda

Kebiasaan menambahkan terlalu banyak gula ke dalam teh dan kopi juga merupakan pemicu kegemukan yang seringkali tidak kita sadari.

Tidak hanya itu, ternyata buah-buahan yang kita jadikan sebagai jus akan berubah lebih manis sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan. Jus buah tersebut akan menjadi lebih berbahaya jika ditambahkan terlalu banyak gula dan susu yang sudah mengandung gula.

Ada banyak jenis makanan dan minuman manis yang mudah kita temukan serta sering kita konsumsi diantaranya adalah:

  • Kopi manis
  • Teh manis
  • Roti yang banyak mengandung gula
  • Kue-kue
  • Buah-buahan kering seperti kurma dan Kismis
  • Jus buah
  • Minuman bersoda atau minuman ringan
  • Berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan

3. Sering mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak trans


Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali tidak bisa menghindari makanan-makanan yang berlemak dan tidak sehat, karena mungkin hanya itu makanan yang ada. Hal tersebut semakin diperparah karena makanan-makanan tidak sehat tersebut sering dihidangkan, bahkan mungkin setiap hari.

Sumber lemak trans

Beberapa sumber makanan yang mengandung lemak trans, yaitu sejenis lemak paling tidak sehat di planet ini, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan akibat bertambahnya lemak di tubuh adalah:

  1. Semua jenis makanan yang digoreng menggunakan minyak goreng (minyak kelapa sawit)
  2. Daging berlemak termasuk kulit ayam
  3. Es krim
  4. Berbagai jenis makanan beku
  5. Biskuit
  6. Popcorn
  7. Margarin dan mentega
  8. Keripik, hingga gorengan.

Sumber lemak trans yang paling sering kita jumpai adalah makanan-makanan yang digoreng, entah itu berupa ayam goreng, kentang goreng, dan lain-lain. Sangat sulit dihindari karena mungkin makanan-makanan tersebut dihidangkan setiap hari di rumah.

Ketika saya menjalankan program menurunkan berat badan, saya mengurangi makan goreng-gorengan seperti bakwan maupun tahu isi, kemudian saya juga lebih sering memilih sayur-sayuran yang direbus dibandingkan dengan yang digoreng menggunakan minyak. Saya juga lebih memilih daging yang direbus daripada daging yang digoreng, apalagi jika ditambahkan tepung.

4. Takut mengkonsumsi makanan berprotein


Banyak orang tidak berani makan telur setiap hari karena menganggap bahwa telur mengandung kolesterol tinggi. Sehingga banyak orang yang menghindarinya. Padahal, dari apa yang saya baca dari berbagai sumber, sebenarnya telur walaupun mengandung kolesterol namun tidak begitu berbahaya bagi kesehatan. Sebaliknya, justru lebih banyak memberikan keuntungan daripada kerugian.

Menu sarapan sehat

Telur merupakan contoh makanan yang banyak mengandung protein yang bisa membantu mengeliminasi lemak di tubuh. Protein bisa mencegah kenaikan berat badan karena bisa memberikan rasa kenyang lebih lama. Dan yang paling penting, protein bisa membantu menambah massa otot ketika kita berolahraga.

Prinsipnya, apabila masa otot tidak telalu banyak, otomatis tubuh akan diambil alih oleh lemak.

Yang perlu kita lakukan hanyalah menghindari berbagai jenis protein yang banyak mengandung lemak atau daging olahan seperti bakso hingga sosis. Daging sapi misalnya, apabila banyak mengandung lemak perlu kita hindari. Sedangkan daging ayam, kita hanya perlu menghindari bagian kulitnya. Karena kulit ayam sangat banyak mengandung lemak.


5. Tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak baik


Ada banyak jenis makanan yang mengandung lemak baik (asam lemak omega 3). Makanan-makanan tersebut jarang kita konsumsi karena banyak diantara kita yang tidak tahu bahwa lemak baik seperti lemak tak jenuh sangat dibutuhkan oleh tubuh serta bisa membantu mengeliminasi lemak tidak sehat.

Makanan sumber lemak sehat

Beberapa sumber lemak baik adalah: ikan, terutama ikan salmon. Namun ikan-ikan lainnya seperti ikan tuna juga banyak mengandung asam lemak omega 3. Selain itu, kacang-kacangan serta buah alpukat banyak mengandung asam lemak omega 3.


6. Usia yang bertambah tua


Setelah melewati usia 30 tahun, perlahan kekuatan tubuh kita akan berkurang. Tidak hanya mengalami penurunan kekuatan dan energi, melainkan tubuh kita juga akan mengalami penurunan laju metabolisme, penurunan kekuatan dan massa otot, kemampuan pencernaan penurunan, hingga mengalami penurunan kemampuan membakar kalori dan lemak, dan lain-lain.

Penurunan kemampuan pada tubuh dalam membakar lemak dan kalori semakin diperparah karena kita jarang mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein yang bisa meningkatkan metabolisme, jarang berolahraga, tidak aktif bergerak, dan banyak mengkonsumsi makanan tidak sehat.

Pilih hanya makanan sehat di usia tua

Khusus untuk wanita, sejak mereka memasuki usia pubertas, normalnya tubuh mereka akan mulai menyimpan lebih banyak lemak di bagian pinggul dan paha untuk sebagai persiapan hamil dan persalinan.

Kondisi tersebut akan semakin sulit bagi wanita ketika mereka memasuki usia menopause. Karena menopause bisa menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak lemak, tidak hanya di pinggul dan paha melainkan juga di area perut.


7. Tidak menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus


Yogurt untuk usus yang sehat
Orang Indonesia masih jarang mengkonsumsi makanan maupun minuman probiotik seperti Yakult dan yogurt. Padahal, menurut apa yang saya baca, makanan dan minuman probiotik sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan sehingga:

  • BAB jadi lebih lancar.
  • Bakteri baik bisa membantu menjaga kesehatan usus.
  • Menghindari berbagai kanker usus.
  • Menghindari penyakit jantung, diabetes tipe 2, kanker, dan lain-lain. Serta,
  • Mempengaruhi penyerapan kalori dari makanan.

8. Stress


Banyak orang tidak menyadari bahwa stres merupakan salah satu faktor penyebab kenaikan berat badan dan bertambahnya lemak di perut. Apabila terlalu sering stres, biasanya orang tersebut akan lebih banyak makan. Makan sering digunakan sebagai bentuk pelarian untuk mengurangi tekanan.

Hal tersebut memang dibenarkan oleh pakar kesehatan, karena ketika seseorang stres, maka hormon kortisol yang ada di tubuhnya akan meningkat. Hormon inilah yang memicu mengapa seseorang selalu ingin makan ketika stress.

Makan saat stress

Namun tidak hanya itu saja pengaruh yang disebabkan oleh hormon kortisol, melainkan, hormon ini juga akan membuat tubuh kita berpotensi menyimpan lebih banyak lemak di area perut sebagai energi cadangan.

9. Tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi serat


Sebagian besar masyarakat Indonesia setiap kali makan pasti selalu menyertakan nasi. Tidak peduli ketika sarapan, makan siang, apalagi makan malam.

Nasi goreng

Nasi merupakan contoh sumber karbohidrat sederhana yang tidak banyak mengandung serat. Parahnya, sebagian besar orang kita cenderung makan lebih banyak nasi dibandingkan dengan sayur dan lauk-pauk.

Hal tersebut berpotensi menyebabkan tubuh kekurangan serat setiap hari. Padahal, serat sebagian besar bisa kita dapatkan dari makanan berupa sayur dan buah-buahan.

Diet rendah serat akan menyebabkan perut mudah berlemak. Tidak hanya di area perut, melainkan juga di area tubuh yang lainnya. Beberapa contoh makanan rendah serat antara lain:

  • Daging olahan seperti sosis dan bakso
  • Nasi putih
  • Goreng-gorengan
  • Kerupuk
  • Kue basah maupun kering
  • Semua makanan yang terbuat dari tepung beras atau ketan
  • Mie instan
  • Tahu
  • Telur
  • Susu dan berbagai produk susu
  • Mentega
  • Margarin

Komentar