Ditawari Asuransi? Jangan Mudah Tergoda

Asuransi, sejak dulu memang salah satu layanan ini masih sering menjadi perdebatan. Masih banyak yang meragukan bagaimana kehalalan menggunakan asuransi atau hukum haram menggunakan asuransi. Saya sendiri adalah orang yang termasuk kontra Asuransi karena berbagai macam sebab. Menimbang baik buruknya.. memang bagi orang yang memiliki keuangan lebih, akan memilih Asuransi untuk membuat hidupnya mungkin jauh lebih tenang.



Belajar dari pengalaman beberapa teman, dulu memang saya pernah tergiur untuk menggunakan asuransi karena banyak keuntungan yang ditawarkan. Dari penyakit yang ketika kita berobat akan digantikan uangnya sampai saat kita kemungkinan menemui ajalpun, asuransi akan memberikan sesuatu yang berharga untuk keluarga yang ditinggalkan. Tapi benarkah Asuransi semudah itu? Mari kita koreksi.


Harus membayar premi dalam waktu tertentu


Untuk mendapatkan keuntungan dari mengikuti asuransi, kita diwajibkan untuk membayar sejumlah besaran premi yang sudah ditentukan. Ada yang nominalnya kecil sampai yang lumayan menggerogoti kantong. Dan premi itu harus dibayarkan setiap bulan sampai jangka waktu tertentu. Namun, kebanyakan perusahaan asuransi mewajibkan nasabahnya untuk mau membayar premi selama 10 tahun.

Ya.. dulu sih saya mikirnya, 10 tahun itu dikalikan saja misalnya 500 ribu setiap bulannya, lumayan juga jumlah yang akan kita dapatkan. Namun jika belumlah mencapai 10 tahun kita sudah berhenti karena lelah membayar premi, uang yang udah kita setorkan hilang begitu saja. Dan tentu saja dibagian ini para agen asuransi gak akan membahasnya secara panjang lebar.

Agen hanya akan membahas apa yang akan kita dapatkan saat kita terkena penyakit atupun mendapatkan kecelakaan dan lain sebagainya.

Asuransi juga memiliki aturan


Dulu, saat saya pernah bertemu dengan salah satu agen asuransi P yang sudah cukup memiliki banyak nasabah. Beliau dengan getol mempromosikan asuransi kepada saya.

"Rugi Joo.. kalau kamu gak ikut"

Begitu katanya kepada saya.

"Mumpung kamu masih muda, masih banyak kesempatan untuk mencari uang. Nanti 10 tahun lagi kamu hanya menikmati hasilnya.. umurmu baru sekitar 39 tahun, udah tenang aja hidup karena ada asuransi"

Begitu tambahnya kepada saya.

"Terus kalau saya udah meninggal sebelum umur segitu, gimama?" Ucap saya kepada agen tersebut!

"Kan udah ada asuransi, kamu masih bisa bahagiain keluargamu"

Ah.. memang dasarnya agen, mereka udah terlatih dan udah dikasih kata-kata andalan buat nakhlukin calon nasabahnya.

Jangan mudah tergoda, pikirkan jangka panjang


Bukan hanya itu saja, agen asuransi akan sangat getol untuk menghubungi kita. Baik melalui line telepon ataupun diundangnya ke restoran ternama untuk kembali "dibujuk" ikut produknya. Dan disini.. saran dari saya jangan mudah-mudah terbujuk oleh rayuan agen. Kita perlu mempertimbangkan apakah asuransi ini benar-benar akan memberi manfaat untuk saya atau akan memberikan keuntungan untuk saya.

Pasalnya, selain pengalaman menarik dan berhasil menggunakan asuransi dari temen terdekat. Ada juga salah seorang teman yang berhenti menggunakan asuransi setelah dia membayar beberapa bulan premi yang ia ambil. Dari pengalaman tersebutlah kita harus belajar.

"Saya ngerasa kok kayak gak percaya sama Tuhan kalau nerusin asuransi ya.. kayak nggantungin hidup sama asuransi. Padahal saya juga gak mau tiba-tiba terkena penyakit atau kecelakaan misalnya"

Begitulah kira-kira pernyataanya kepada saya. Saya sendiri merasa beruntung mendengar ceritanya karena saya gak jadi ambil asuransi yang ditawarkan oleh salah satu perusahaan asuransi besar di Indonesia ini.

Dan semoga.. teman-teman semua bisa menimbang dan memilih apa yang paling bermanfaat untuk kehidupan ini. Termasuk untuk menggunakan atau tidaknya sebuah produk asuransi.

Apa pengalamanmu tentang asuransi? Share yuk.. 

Komentar