Faktor Resiko Kegemukan yang Harus Diwaspadai

Obesitas adalah hasil dari kombinasi antara penyebab dan faktor. Obesitas merupakan kondisi dimana seseorang memiliki kelebihan berat badan (menurut BMI, lebih dari 30). Sejak dahulu, pakar kesehatan dan berbagai penelitian menunjukkan bahwa jumlah orang-orang gemuk di Indonesia dan di seluruh dunia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Faktor Resiko Kegemukan yang Harus Diwaspadai
Faktor Resiko Kegemukan yang Harus Diwaspadai

Pemicunya sendiri sangat banyak dan beragam mulai dari:
  • Kurangnya kesadaran orang tua mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal pada anak-anak.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori dan rendah nutrisi.
  • Meningkatnya kemampuan finansial membuat banyak orang cenderung makan berlebihan.
  • Semakin banyak orang yang mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang mengandung gula, dan lain-lain.
Faktor dan resiko
Kegemukan atau obesitas biasanya disebabkan karena:
  • Faktor genetik. Gen bisa mempengaruhi jumlah lemak di tubuh dan kemampuan tubuh dalam menyimpan lemak. Dan juga bisa mempengaruhi pendistribusian lemak di tubuh. Selain itu, gen juga bisa memainkan peranan penting terhadap, seberapa efisien tubuh kita mengubah makanan menjadi energi dan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam membakar kalori saat olahraga.
     Obesitas di dalam keluarga
    Obesitas di dalam keluarga
  • Gaya hidup. Obesitas cenderung dipengaruhi oleh lingkungan terkecil yaitu keluarga. Jika salah satu dari kedua orang tua mengalami obesitas, biasanya hal tersebut akan menurun pada anaknya. Bukan secara genetik melainkan karena “kecenderungan” gaya makan atau karena melakukan kegiatan-kegiatan yang serupa seperti orang tuanya.
  • Tidak aktif bergerak. Jika seseorang tidak aktif bergerak dan lebih banyak duduk, mereka akan lebih sedikit membakar kalori. Akibatnya, akumulasi lemak dari hari ke hari akan terus bertambah.
  • Diet yang tidak sehat. Diet tinggi kalori (terlalu banyak makan nasi dan makanan yang terbuat dari tempung), kurang mengkonsumsi buah-buahan, jarang makan sayur, sering makan makanan cepat saji, dan sering mengkonsumsi makanan maupun minuman berkalori tinggi adalah faktor penyebab kegemukan.
  • Masalah medis. Pada beberapa orang, obesitas bisa disebabkan karena masalah medis tertentu seperti: Prader-willi syndrome, sindrom cushing, dan termasuk juga artritis. Mengapa artritis juga termasuk? Karena apabila seseorang mengalami artritis, maka mereka akan sulit bergerak dan jarang beraktivitas.
  • Obat-obatan. Obat-obatan seperti antidepresan, anti kejang, obat diabetes, obat antipsikotik, obat steroid dan beta bloker bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
  • Usia. Ketika usia bertambah tua. Misalnya di atas 40 tahun. Biasanya otot sudah mulai semakin lemah. Begitu juga dengan metabolisme tubuh yang semakin menurun. Aktivitas fisik yang jarang dilakukan juga adalah pemicu mengapa usia merupakan faktor penyebab meningkatnya resiko kegemukan.
  • Sosial dan ekonomi. Penelitian banyak yang mengaitkan antara faktor sosial dan ekonomi dengan obesitas. Beberapa diantaranya adalah, karena semakin sempitnya area bermain, minim pengetahuan tentang makanan-makanan sehat, kebiasaan mengkonsumsi makanan-makanan tidak sehat yang dianggap modern (gaya dan bergengsi) seperti makanan siap saji dan minuman bersoda adalah faktor penyebab meningkatnya resiko kegemukan.
  • Kehamilan. Ibu hamil memang selalu dianjurkan untuk menaikkan berat badan dari waktu ke waktu. Dan mereka dilarang untuk melakukan diet ketat. Beberapa ibu mengalami kesulitan menurunkan berat badan setelah melahirkan. Hal tersebut dapat memicu obesitas.
  • Berhenti merokok. Beberapa orang yang berhenti merokok biasanya mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan.
  • Kurang tidur. Apabila seseorang kurang tidur, maka hormon di dalam tubuhnya akan banyak berubah. Perubahan hormon pada tubuh tersebut sering menyebabkan meningkatkan nafsu makan. Kurang tidur juga menyebabkan seseorang lebih ingin mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan karbohidrat.

Komentar