Cara Migrasi dari Windows ke Linux

Beberapa tahun belakangan ini saya menggunakan Linux sebagai sistem operasi di laptop. Banyak alasan mengapa saya memilih Linux sebagai sistem operasi di laptop (PC), mulai dari gratisan hingga menghindari bajakan. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa membaca sedikit cerita mengenai alasan saya memilih Linux dan meninggalkan berbagai produk bajakan mulai dari lagu, film, software, aplikasi, hingga sistem operasi.

Sebenarnya saya sudah pernah belajar sedikit mengenai Linux ketika berada di bangku kuliah. Namun pada saat itu, saya sama sekali tidak tertarik untuk menggunakannya karena sudah asik menggunakan Windows. Saya secara pribadi memang mengakui bahwa Windows maupun sistem operasi Macintosh jauh lebih unggul dibandingkan dengan Linux dalam hal kemudahan dan dukungan software.

Walau demikian, di Linux kita tetap bisa menggunakan berbagai free software maupun software berbayar untuk menggantikan beberapa software versi Windows atau Mac. Yang tentu saja terdapat banyak perbedaan. Mulai dari antarmuka, stabilitas, shortcut, dan lain-lain.

Walau demikian, hanya butuh sedikit waktu untuk belajar hingga terbiasa menggunakan sistem operasi baru dan software-softwarenya. Sama seperti ketika kita menggunakan fitur phone dan kemudian beralih ke smartphone, atau sebaliknya.

Disini saya tidak akan berbicara panjang lebar mengenai berbagai keunggulan dan kekurangan Linux dibandingkan Windows maupun Mac. Namun, saya akan mencoba sedikit membahas pengalaman saya bermigrasi dari Windows ke Linux; termasuk pilihan software yang saya gunakan untuk menggantikan software yang sudah terbiasa saya gunakan di Windows dahulu.

Cara bermigrasi dari OS Windows ke Linux

Memilih Distro Linux yang paling tepat


Tidak seperti sistem operasi lainnya, Linux memiliki banyak varian dan distro (varian turunan). Macam-macam Linux yang sangat terkenal di antaranya adalah:
  • RedHat
  • Debian
  • Mandrake/mandriva, dan
  • SuSe
Macam-macam Linux tersebut memiliki beberapa turunan yang disebut dengan “distro.” Diantara yang cukup terkenal adalah:
  1. Debian
  2. RedHat
    • CentOS
    • Fedora
    • Mandriva
    • PC Linux OS
  3. Suse (opensuse)
    • Suse Linux enterprise server
    • Suse Linux enterprise desktop
Sebenarnya ada puluhan bahkan mungkin mencapai ratusan distro yang dikembangkan oleh berbagai orang dari berbagai komunitas. Namun saya pribadi lebih suka menggunakan sistem operasi Linux berbasis Debian karena dukungan softwarenya yang lumayan banyak dan mudah ditemukan.


Linux yang saya pilih

Elementary OS Desktop
Elementary OS

Distro linux yang saya gunakan untuk bekerja sehari-hari adalah Elementary OS. Saat ini Elementary OS sudah mencapai versi 0.4 (Elementary OS "Loki"). Ini adalah distro turunan dari Ubuntu. Saya pribadi sebenarnya sangat menyukai Ubuntu karena:
  • Stabil
  • Aman
  • Punya antarmuka yang cantik
  • Terlihat unik
  • Dukungan software yang berlimpah.
Namun Ubuntu kurang cocok untuk pemula. Karena antarmukanya yang sangat berbeda dengan Windows.
Ubuntu Linux

Tapi mengapa saya lebih memilih Elementary OS sebagai sistem operasi utama dibandingkan UBUNTU? Alasannya:
  • Antarmuka yang sederhana (clean) dan mirip Mac OS (Saya salah satu penyuka antar muka Mac OS).
  • Daya tahan baterai laptop yang lebih panjang dibandingkan dengan Ubuntu.
Berbeda dengan saya, istri lebih suka menggunakan Linux Mint (Cinnamon) Alasan ia memilih Linux mint adalah karena:
  • Antarmuka yang sangat mirip dengan Windows; sehingga ketika bermigrasi dari Windows, ia sama sekali tidak kesulitan.
  • Linux mint juga merupakan turunan dari Ubuntu sehingga dukungan softwarenya juga banyak.
  • Tampilannya sederhana dan mudah digunakan.

Rekomendasi distro Linux untuk pemula

Linux Mint
Linux Mint Cinnamon

Bagi pemula, saya pribadi sangat merekomendasikan:
  1. Linux mint. Tampilannya sangat mirip dengan Windows XP/7
  2. Ubuntu. Jika kamu ingin dukungan software yang lengkap dan sistem operasi yang stabil.
  3. Elementary OS, adalah pilihan lain jika kamu ingin tampilan yang bersih dan unik, sangat mirip dengan Mac OS.

Cara menginstal Linux di komputer

Ada dua pilihan hasil install yang bisa dicoba yaitu,
  • Install alongside Windows. Jika memilih metode ini, kamu akan menggunakan dua sistem operasi yaitu, sistem operasi Windows dan sistem operasi Linux. Pilihan apakah kamu akan masuk ke Windows atau ke Linux akan muncul sesaat setelah kamu menekan tombol power on.
  • Erase disk and install Linux. Pilihan ini bisa digunakan untuk me-replace sistem operasi Windows. Jika kamu memilih metode ini, maka sistem operasi Windows termasuk data dan file file akan terhapus.
Untuk pemula, ada baiknya kamu memilih menggunakan dual boot sistem operasi (Install alongside Windows).

Lihat cara install Ubuntu, Linux mint, atau Elementary OS dengan menggunakan flashdisk (USB)

Selain memilih jenis distro, ketika mendownload file ISO untuk sistem operasi yang kamu inginkan, biasanya akan ada pilihan, apakah kamu ingin mendownload sistem operasi versi 32bit atau 64bit. Apa perbedaanya?

Sistem operasi 32bit dan 64bit

Ini harus menjadi pertimbangan. Pada umumnya, komputer yang dilengkapi dengan prosesor generasi baru yang support 64-bit dan didukung RAM 2GB akan disarankan menggunakan sistem operasi berbasis 64-bit. Beberapa perbedaannya adalah:
  • Sistem 64-bit mendukung RAM lebih dari 4 GB.
  • Sistem 32 bit kesulitan memetakan RAM lebih dari 4 GB (tidak maksimal).
  • Sistem operasi 64 GB didukung oleh Google Chrome. Jadi jika kamu memilih menginstall versi 32GB, kamu tidak akan bisa menginstal browser Google Chrome di Linux. Jikalau pun bisa, kamu harus menginstalnya secara manual dan mencari file *.deb/*rpm sendiri karena Google versi 32 bit untuk Linux sudah tidak lagi dilanjutkan pengembangannya.
Tentu saja masih ada banyak perbedaan antara sistem 32 bit dan 64bit. Namun komputer jadul sangat cocok menggunakan sistem operasi berbasis 32bit.

Pilihan software pengganti

Salah satu alasan saya menggunakan Linux adalah karena sebagian besar software yang ada di Windows adalah software berbayar. Bahkan, Windows itu sendiri tentu saja harus kita beli jika tidak terintegrasi dengan laptop atau pc yang kita beli.

Harga software yang mahal membuat banyak orang memilih menggunakan software bajakan. Padahal, membajak sama dengan mencuri. Jadi jika kamu menggunakan Windows dan berbagai software bajakan lainnya untuk bekerja sehari-hari, kamu perlu mengintrospeksi diri.

Untuk mengganti beberapa software yang biasa kamu gunakan di Windows seperti Microsoft Word, Excel, Photoshop, CorelDRAW, dan lain-lain; saat menggunakan Linux beberapa pilihan yang tersedia adalah:
  1. Microsof office:
    • WPS Office
    • Libreoffice
    • Open Office
    Saya sendiri memilih menggunakan WPS Office karena tampilannya sangat mirip dengan Microsoft Office. Kamu bisa membaca cara install dan tips menggunakan WPS Office untuk Linux pada artikel saya yang lainnya dengan mengklik tautan yang saya cantumkan pada point ini 
  2. CorelDRAW dan Adobe Illustrator:
    • Inkscape
  3. Adobe Photoshop:
    • Gimp image editor
  4. Browser:
    • Firefox
    • Google Chrome (64bit only)
    • Opera Stable
    • Opera beta
    • Opera Developer
    • Chromium web browser (32 bit & 64 bit), dll.
  5. Adobe Audition dan Cool Edit Pro:
    • Audacity
  6. CD dan DVD burner:
    • Brasero disk burner
    • K3b
  7. Video player:
    • VLC
    • Video
  8. Audio player:
    • Music
    • Banshee
    • MPlayer
    • MPV
    • Audacious
  9. Video editor:
    • Openshot video editor
    • Pitivi
    • Blender
    • Kdenlive
    • Avidemux
  10. 3D Max dan Maya (3D software):
    • Blender
  11. Video editor
    • Pitivi 
    • Blender
    • Kdenlive
    • Avidemux
  12. 3D Max dan Maya (3D software):
    • Blender
Jika kamu punya pertanyaan tentang beberapa software terbaik untuk me-replace software yang kamu gunakan di Windows, jangan ragu-ragu untuk menuliskan pertanyaan kamu pada kolom komentar di bawah.

Komentar

  1. Saya pernah menginstal Ubuntu, kalau tidak salah yang tampilannya berwarna ungu. Tetapi, sangat berat load-nya. Waktu itu cukup sekali saya instal Ubuntu karena masalah itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemungkinan itu disebabkan oleh hardware yang kurang memadai. Ubuntu 18.04.3 LTS membutuhkan spek minimal:
      2 GHz dual core processor atau yang lebih tinggi
      4 GB RAM

      Hapus
    2. Jika ingin linux yang ringan, Mbak bisa coba Linux Mint 20 Cinnamon atau Mate Edition. Keduanya membutuhkan spesifikasi hardware minimal RAM 1GB.
      Jika masih ingin yang lebih ringan lagi, bisa coba Linux Mint 32 Bit. Ini hanya butuh RAM minimal 512MB dan bisa pake processor lawas.

      Hapus
  2. Gan ada tutorial pakel dual bot gak? Bagi dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. dual boot mah tinggal atur partisi doang sama install grub lumayan simpel sih

      Hapus
    2. Maaf, sementara saya belum membuat tutorialnya, semoga bisa terealisasi dalam waktu dekat

      Hapus
    3. Silahkan lihat di sini cara install Linux dual boot

      Hapus
  3. Setahu saya Ubuntu termasuk Linux yg cukup berat, ketimbang elementary dan Deepin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kalau mau yang lebih ringan, bisa coba Distro Lubuntu

      Hapus
    2. Linux Mint juga ringan lho. Linux Mint 64 bit 20.04 minimal bisa pake RAM 1 GB dan HDD 25GB. Kalo pake Linux Mint 32 bit 19.04 malah bisa lebih ringan lagi lho. cuma butuh minimal RAM 512 plus 5GB--20GB HDD.

      Hapus
  4. Menurut saya ubuntu lancar-lancar saja di laptop saya dan dual bot cukup enteng namun days baterainya cepat sekali habis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba install TLP. Sy juga merasakan hal yang sama sebelum install TLP.
      Cara install TLP via Terminal:
      1. sudo add-apt-repository ppa:linrunner/tlp
      2. sudo apt update
      3. sudo apt install tlp tlp-rdw
      4. sudo tlp start

      Hapus
  5. jazakallahu khariran katsiran bang, ini artikel yg bagus dan sangat berguna untuk menjaga diri dari yg haram, ana saraninn abang juga belajar agama sama ustadz salaf(yg isi ceramahnya hanya ALLAH BERFIRMAN DAN RASUL BERSABDA DAN JUGA PENDAPAT PARA SAHABAT(IBNU UMAR, IBNU ABBAS))

    BalasHapus
  6. pake opensuse bang ringan, dan hemat baterai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe makasi sarannya. Tpi, udah terlanjur jatuh cinta sama Elementary OS

      Hapus
  7. gan itu kalo dual boots pengaruh nggak sama hard disk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengaruhnya, kapasitas untuk windows jadi berkurang karena kepake sama Linux.
      Dari windows kita gag bisa make space HDD (partisi) untuk Linux, sebaliknya partisi Windows bisa diakses dan digunakan dari Linux.

      Hapus
  8. bang kalo migrasi dari win ke linux full, terus ane pake 2 hdd+ssd, nah ssd di jadiin boot sama system C, terus kali hdd mau di jadiin penyimpanan kaya D di win gimana ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo install Linux dengan metode "Erase disk and install Ubuntu" maka semua file, termasuk boot system C (Windows) akan terhapus dan digantikan dengan yang baru.
      Di linux metode pengelompokan/penyimpanan data sama dengan Android

      Hapus
  9. gan elementary os kok bayar ya? saya mwmbaca komentar orang-orang katanya ubuntu berat. jdi saya ingin menginstal elementary tpi bayar. kalau linux mint sya sudah pernah memakainya tpi membuat saya bosen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu donasi gan. Donasi tentu sangat diharapkan oleh pengembang. Tapi kalo gag punya dolar atau credit card, agan bisa tetap download gratis.
      Caranya, masukkan angka 0 pada form "Sesuaikan." Kemudian tekan tombol Download/Unduh Elementary OS

      Hapus
  10. Terima kasih gan, postinganya sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  11. Gan kelemahan elementaryOS dan Ubuntu apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelemahan Ubuntu atau EOS sebenarnya sangat subjektif. Tergantung kita mau make buat apa dan dibandingin sama apa.
      Coba agan install salah satunya biar ngerasain sendiri kelebihan dan kekurangannya.
      Bagi saya, eOS sudah lebih dari cukup. Karena saya kebanyakan hanya menggunakannya untuk browsing, bikin art vector, dan ngetik atau ngedit artikel.

      Hapus
    2. Silahkan baca kelemahan Elementary OS menurut saya. Meski subjektif, tapi bisa dijadikan pertimbangan.

      Hapus
  12. terima kasih infonya gan.

    gan, kan saya anak kuliah, trus laptop saya agak lemot akhir2 ini karena laptop jadul, apa disarankan kah untuk pindah dari win10 ke linux ini? apakah kira2 perkuliahan saya akan terganggu? terimakasih sebelumnya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agan bisa mencoba dual boot. Tetap pake Windows sambil mencari dan mencoba distro Linux yang ringan. Saran saya coba Lubuntu atau agan bisa liat-liat di sini Distro Linux Terbaik.

      Cara ini saya sarankan agar kuliah agan tidak kelimpungan. Karena kadang, belum banyak software pengganti di Linux

      Hapus
  13. Notebook saya ram 2 GB, Asus E203MAH. Ngadat banget kalo pake windows, berat. Padahal cuma buka word, notepad, sama mozilla 1 tab aja. Baiknya linux yang mana ya? Daily use cuma buat ngetik di word atau power point. Kadang nonton film.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba pakai Distro Lubuntu 18.04 yang 32Bit. 32Bit adalah pilihan yang cocok dan biasanya cukup lancar dengan RAM 2 GB untuk browsing, streaming Youtube, nonton pakai VLC, dan menjalankan WPS Office atau LibreOffice.

      Hapus
    2. saya juga sering ngerasa lag banget saat bukak laptop ane yg win 10 ini gan, mana spek laptopnya sendiri low end. apakah kalo saya pindah ke linux, masalah ini bisa terselesaikan??

      Hapus
    3. Untuk mencari tahu agan bisa mencoba install Lubuntu seperti yang saya sarankan di atas untuk mencari tahu. Saya cukup yakin Lubuntu bisa menjadi solusi buat agan.
      Kalo agan kurang yakin, coba gunakan dual boot. Windowsnya tetep di pakai sambil mencoba dan mempelajari Linux.

      Hapus
  14. Permisi Mas, mau nanya, saya mau instal LinuxMint di pc saya sebagai os utama, kalo saya memilih metode pemasangan "erase disk and install LinuxMint" maka os Windows beserta semua jenis data dan file terhapus ya...? Termasuk KMS activator.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, Erase Disk juga berarti memformat ulang HDD. Kalo memang masih sayang coba backup aja pake HDD external atau pakai aja dual boot.
      Linux Mint tetap bisa dijadikan sebagai Os utama sekalipun di install dengan metode "Along Side Windows." nanti Grub-nya bisa diatur agar setiap boot langsung masuk ke Linux, dst.

      Hapus
  15. gan , cara nya migrasi dari linuk distro elementary os ke OS bawaan pabrik gimana ? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan download distro dan versi yang sama. Tapi saran saya, coba pake versi terbaru yang biasanya jauh lebih stabil dan canggih. Seperti Ubuntu 20.04 yang sekarang udah jauh lebih enteng

      Hapus
  16. Untuk elementary os bisa hibernate atau tidak ? jika bisa tolong di buatkan blog tentang cara hibernate di elementary os ... sekian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu waktu saya pake versi 3 Luna. Hibernate masih ada. Tapi sejak upgrade ke versi Freya dan Loki. Hibernate sudah gag dipake lagi. Mungkin karena banyak masalah. sering Freeze

      Hapus

  17. Bang notebook saya ram nya 1gb kira kira cocoknya pake ubuntu yang mana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. RAM 1 GB agak rumit gan, soalnya sekarang rata-rata Ubuntu minta min RAM 2GB. Kalo 1GB mungkin cocoknya make Lubuntu, Bodhi Linux atau yang sejenisnya gan

      Hapus
  18. Agan,mo nanya
    Lepi ane 32 bit,kira2 bs ga d instal zorin terbaru ?
    Apa zorin ada yg 32 bit? Makasih gan. Sukses slalu

    BalasHapus
  19. Tanya gan

    laptop saya windows 7
    Partisi hardisk nya ada dua
    C:Windows 7
    D:Untuk data file

    Kalau saya instal Linux nya di Drive C data yg di drive D gak akan hilang kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan pilih Install Along Side Windows agar Windows (Drive C dan D) tidak hilang. Nanti drive tersebut tetap bisa dibuka dari Linux gan. Jangan install dengan metode Replace. nanti hilang semua datanya

      Hapus
  20. Ada Pengganti autocad di linux?
    Infonya bank. Tha ks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya belum ada gan. Kalo pake Cloud mungkin bisa... Atau pakai Steam OS

      Hapus
    2. gan emang pake steam os autocad nya gratis juga atau tetep bayar? sama minta info nya dong plus minus nya steam os , soalnya ane taunya sepintas steam os didesain nya oleh valve buat gamers.

      Hapus
    3. gan emang pake steam os autocad nya gratis juga atau tetep bayar? sama minta info nya dong plus minus nya steam os , soalnya ane taunya sepintas steam os didesain nya oleh valve buat gamers...

      Hapus
    4. Software berbayar tetap berbayar meski di jalankan di mana saja. Hanya saja, mereka yang sudah beli dan ingin beralih ke linux, kan pengen software tersebut bisa dipakai.
      Nah salah satu caranya, bisa make SteamOS atau selain pakai Wine.
      Setahu saya sudah ada yang pernah mencoba install Autocad di Wine, cuma saya lupa wine versi berapa dan Autocad berapa.

      Hapus
  21. Makasih infonyaa.. Alhamdulillah sangat membantu saya..

    BalasHapus
  22. bang cara mengubah izin file gimana ya (elementary OS), ane dah nyoba tapi diterminal tulisannya -not permitted-, gimana ya biar bisa diizinin buat ngeubah file system

    BalasHapus
    Balasan
    1. Install nautilus dulu gan. Ini commadnya:
      sudo apt-get install nautilus
      Kalo dah selesai
      buka file pake Nautilus
      sudo nautilus
      Nanti akan terbuka file manger di mana agan berstatus sebagai administrator...

      Hapus
  23. assalamualaikum gan,
    maaf saya baru mulai dan suka linux, kebetulan di laptop saya saya instal Linux Mint 20 Cinnamon 64 bit,
    kesulitan saya paling mendasar adalah ketika saya harus mengintall aplikasi pendataan yg notabene under windows.
    Saya sudah coba browsing di net, tetapi terminal ketika saya ketikkan perintah di terminal selalu jawabannya PPA tidak ada fokal?? maksudnya apa ya gan??? mohon pencerahannya........thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. W/salam. Software apa yang akan di install?
      beberapa aplikasi yang akan diinstall biasanya membutuhkan PPA atau sumber
      Di sini akan saya contohkan cara install aplikasi TLP untuk menghemat baterai laptop. Berikut langkahnya.
      1. Pastikan laptop terhubung ke internet
      2. Jalankan terminal
      3. Ketikkan command PPA berikut: sudo add-apt-repository ppa:linrunner/tlp
      Masukkan PASSWORD > ENTER
      4. Tekan ENTER jika diminta. Tunggu hingga selesai
      5. Ketikkan command: sudo apt-get update. Tunggu hingga selesai
      Masukkan PASSWORD > ENTER
      6. Ketikkan command: sudo apt-get install tlp
      Masukkan PASSWORD > ENTER
      7. Ketik "Y" lalu ENTER jika diminta. Jika tidak, tunggu hingga selesai
      8. Ketikkan command: sudo tlp start
      Masukkan PASSWORD > ENTER

      Itu sekedar contoh aja gan. Silahkan kirim email ke saya jika masih kesulitan. Lihat contact saya di atas

      Hapus
    2. Untuk install aplikasi/software under Windows di Linux, agan bisa coba menggunakan Wine atau PlayOnLinux

      Hapus
  24. Bang mau tanya saya punya laptop ram 2GB sama sistem operasinya 32bit kalo diinstal Parrot os kuat nggak bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, jujur belum pernah nyobain Parrot OS jadi belum bisa berbagi pengalaman tentang performa atau kelebihan dan kekurangannya. Mudahan kedepan bisa nyoba.
      Tapi sebagai gambaran, ini minimal system-requirements-nya:
      Processor Dual core x86_64
      RAM 2 GB (DDR2)
      HDD 20 GB

      Hapus
  25. laptop saya lenovo s340 ryzen 5 apakah bisa windows 10 bawaan di ganti dengan linux?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget. Coba install Pop OS atau kalo mau yang instalasinya gampang bisa pilih Linux Mint atau Ubuntu 20.04.1 LTS

      Hapus
    2. Kalu mau Linux yang mirip Windows agan bisa coba Linux Mint atau Deepin OS

      Hapus
  26. gan kalau sebelumnya udah pakai dual boot terus windowsnya mau di hapus itu gimanaya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara hapus/delete Windows dari dual boot dengan Linux (Ubuntu dan turunannya)

      1. Pastikan kamu mem-backup semua data penting terlebih dahulu
      2. Apabila terjadi kerusakan atau masalah itu menjadi tanggung jawab kamu sendiri
      ...................................
      3. Siapkan USB yang berisi distribusi Linux yang kamu pakai untuk install dulu, atau paling tidak yang isinya sama
      4. Boot dari USB
      5. Jalankan aplikasi Gparted
      6. Cari partisi Windows yang mau di hapus (biasanya terlihat dalam bentuk drive NTFS
      7. Klik kanan pada partisi Windows itu dan pilih "Delete" dari menu
      8. Di hardisk, mungkin juga ada partisi lain terkait Windows, seperti System Reserved" dan recovery partitions. Bagian tersebut biarkan saja jangan diutak atik
      9. Setelah Drive Windows di Delete
      10. Klik kanan pada partisi Linux dan pilih "Resize/Move." Ubah ukurannya sampai menghabiskan sisa ruang di drive/HDD
      11. Klik tombol "Apply All Operations" di toolbar
      Jika muncul peringatan yang mengatakan bahwa komputer mungkin tidak bisa boot. Abaikan pesan tersebut karena sebagian besar instalasi Linux ini saat ini sudah bisa menangani masalah seperti ini secara otomatis

      Hapus
  27. Klu spek core-i5, ssd 128 gb, ram 4 kira² mampu tidak untuk migrasi ke so linux

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat mampu sob. Saya aja masih mengandalkan Lenovo G40-70 yang speknya hanya Core-i3 @1.8GHz + RAM 4GB + 320GB HDD. Secara spek jauh di bawah punya agan. Tapi masih cukup mumpuni untuk menjalankan Linux: Ubuntu 20.04, Linux Mint 20.04, Deepin 2020, Elementary OS Hera, atau Pop!_OS 20.04. Semuanya sudah saya coba beberapa bulan belakangan ini.
      Tidak hanya lancar buat browsing, ngeblog, dan streaming film HD. Laptop Lenovo tersebut kadang saya gunakan untuk bikin animasi, desain grafis, hingga editing dan render video pakai Open Shot.

      Hapus
  28. bang saya kan pke windows nah saya ingin pindah ke linux, apakah file yg di windows akan hilang bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo Install Linux seperti Ubuntu atau turunannya, biasanya ada 2 pilihan gan. 1. Install along side Windows (Dual Boot), 2. Replace Windows (menghapus Windows dan digantikan dengan Linux).
      Kalo agan pilih cara pertama, Data agan di Windows tidak hilang dan bisa dibuka dari Linux. Kalo milih cara kedua, semua data agan akan hilang.
      Tapi cara manapun yang dipilih sebaiknya lakukan backup data terlebih dahulu. Karena, tidak semua proses instalasi berjalan lancar dan sempurna. Untuk jaga-jaga lah.

      Hapus
  29. Bismillah.. Minta sarannya dong min, saya mau migrasi ke linux nih insyaaAllah tp laptop saya laptop asus X441BA cocoknya pake linux jenis apa yaa yg ringan? Soalnya dulu pertama beli windows 10 ori tp lemot bgt pas dipake, mintanya update terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya saranin pakai Linux Mint 20 Ulyana 64bit Cinnamon Edition. Linux ini sangat mirip Windows, stabil, mudah digunakan, dan minim masalah. Jadi agan bisa migrasi dengan sangat mudah. Permintaan hardware-nya juga rendah--minimal RAM 1 GB.

      Hapus
    2. Untuk install software Windows dan alternatifnya, agan bisa baca artikel kami yang bahas tentang software atau aplikasi Windows dan Linux

      Hapus
    3. Siap gan, tapi bisa buat pake aplikasi semacem buat arsitektur ndak yaa? Dan enteng ndak yaa? Hehe

      Hapus
    4. Itu dia gan. Saya belum pernah coba install aplikasi arsitektur seperti Auto CAD atau semacamnya. Kalo boleh tau, software apa yang agan biasa pakai? Sapa tau nanti ada waktu buat nyoba install di Linux dan saya share untuk bantu teman-teman yang butuh kaya agan.

      Hapus
    5. Aplikasi yg biasa kupake di windows kaya autocad, sap2000. Kalo sap2000 belum nemu alternatifnya. Dan temenku jg lg nyari alternatif aplikasi etabs gan, tp masih belum ketemu jg

      Hapus
    6. Gan mau tanya lagi nih, aku kebingungan install linuxnya nih, apakah install linux perlu pake flashdisk dan jika pake flashdisk apakah data yg di flashdisk akan hilang juga?

      Hapus
    7. Biasanya ada opsi apakah akan di format atau tidak. Kalo flashdisk sudah format Fat32--biasanya gag butuh format lagi. Kalo di format datanya pasti ilang. Jadi, silahkan backup dulu.

      Contoh Langkah Membuat Bootable USB dan Install Linux Mint:

      1. Siapkan Flashdisk minimal kapasitas ruang kosong 4GB
      2. Download ISO Linux Mint disini > Pilih server Indonesia (Deace), atau server mana saja yang downloadnya cepat
      3. Download dan install Lili (LiveLinux USB) untuk Windows
      4. Colokin Flashdisk ke laptop/komputer
      5. Jalankan software Lili > Step 1 pilih Flashdisk > Step 2 Klik ISO/IMG/ZIP (Cari file ISO Linux Mint yang sudah di Download > Step 3 Lewatin aja > Step 4 centang "Format key in fat32" kalo flashdisk mau di format > Step 5 Klik icon petir
      6. Tunggu sampai proses selesai. Kalo proses udah selesai
      7. Shutdown/Restart komputer
      8. Hidupkan komputer > langsung tekan-tekan F2 (Setup) untuk masuk ke BIOS
      9. Pilih menu Boot > Boot Priority: [Legacy First] > USB Boot: [Enabled]
      10. Tekan F10 > Save > Enter
      11. Langsung tekan-tekan F10/F11/F12/ untuk masuk ke Boot Option (laptop saya pakai F12) > Pilih USB/Removable Device
      12. Install Linux Mint
      13. Pada desktop Linux Mint > Klik "Install Linux Mint"
      14. Step 1 pilih "English" > Klik "Continue"
      15. Step 2 pilih connect ke Internet kalo ada. Kalo gag ada skip aja > Klik "Skip" atau "Connect"
      16. Step 3 centang Install third-party software... > klik "Continue"
      17. Step 4 pilih tipe instalasi > centang "Install along side Windows" kalo mau dualboot. Pilih "Erase disk and install Linux Mint" kalo mau hapus semua partisi Windows > Klik "Install Now"
      18. Step 5 Pilih Zona > Klik pada peta > Klik "Continue"
      19. Step 6 Keyboard > Klik "Continue"
      20. Step 7 Isi semua form > Klik "Continue"
      21. Step 8 Tunggu proses instalasi selesai
      22. Step 9 Klik "Restart Now"
      23. Step 10 Cabut USB > Enter
      24. Install Linux Mint Selesai

      Hapus
    8. Alhamdulillah berhasil gan.. Ada trouble lg nih, pas buka wps office gak ada font times new roman dan pas buka file (yg dulu ada di windows) ada equation nih tp pas mau edit equationnya tertulis "wps office cannot start the source application of the object" itu caranya gimana gan biar muncul font ttr dan bisa edit equationnya? Maaf gan tanya terus, krn msh pengguna baru

      Hapus
    9. Coba Install missing symbol dulu gan. Caranya:
      1. Jalankan Terminal
      2. sudo apt install git > Enter > Masukkan password > Enter
      3. git clone https://github.com/IamDH4/ttf-wps-fonts.git > Enter
      4. cd ttf-wps-fonts > Enter
      5. sudo bash install.sh > Enter
      6. Selesai

      Cara install font Windows yang sudah termasuk Times New Roman Font di dalamnya
      1. Jalankan Terminal
      2. sudo add-apt-repository multiverse (optional) > Enter > Masukkan Password > Enter > Enter (sekali lagi)
      2. sudo apt-get install ttf-mscorefonts-installer > Enter > Masukkan Password > Enter
      3. Tekan tombol "Tab" pada keyboard untuk memilih tombol pada Microsoft’s End user agreement yang muncul > Enter
      4. Tekan tombol "Tab" pada keyboard untuk memilih tombol pada Microsoft’s agreement yang muncul > Enter
      5. sudo fc-cache -f -v > Enter
      6. Selesai

      Hapus
  30. Jadi gini kalau misalnya laptop partisi di hardisk dah dihapus semua, apa bisa instal linux??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget mas Bro. Nanti linux akan membuat partisi otomatis sesuai yang dibutuhkan.
      Tinggal download file *.iso sesuai distro Linux yang agan pengen > bikin USB Bootable pake Lili, Rufus, atau yang lainnya > Boot dari USB > Install Linux

      Hapus

Posting Komentar