Tips Tetap Akur Pasca Pemilu

Pemilu tahun ini begitu banyak meninggalkan cerita yang dilematis. Cerita-cerita yang membuat heran, takjub sekaligus menggelikan. Tanggal 17 April kemaren Alhamdulillah saya dan keluarga sudah menggunakan hak suara sebagai rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin menurut hati nurani tanpa paksaan dan tanpa intimidasi #tsah. Calon presiden yang menurut saya sesuai dengan pemikiran saya serta keinginan saya secara pribadi. Tapi, dampak pasca pencoblosan benar-benar tidak bisa diduga. Padahal kita belum tahu siapa pemenang yang akhirnya menjadi presiden baru Indonesia. Kita tunggu saja bulan depan ya..


Ngomong-ngomong soal pemilu nih, saya dan suami juga diem diem sering ngobrolin hal ini di dalam rumah, hanya berdua. Karena kita suami istri yang memiliki jalan pikiran yang Alhamdulillah sama persis, jadinya ngobrolin beginian tu dipake seru-seruan aja. Malah suami bilang jangan sampai ikut-ikutan menyebar dan mempercayai apa yang gak kamu ketahui sendiri kebenarannya. Karena lambe saya ini memang lambe wedok yang memang suka sama acara omong-omongan. Tapi sejauh ini Alhamdulillah saya bisa lebih menahan untuk tidak menulis atau menyebarkannya hahaa..

Jadi, kali ini sebenarnya saya punya tips nih biar tetep akur sama saudara, sama temen atau sama suami sendiri. Bisa aja kan beda pilihan presiden, beda jagoan karena emang semua orang itu gak bisa sama dan harus berbeda.

Pertama, jangan bahas pemilu lagi


Baik, nyoblos udah, milih udah, dan itu udah gak bisa dirubah lagi sama kita. Jadi kalau ketemu sama saudara atau temen udah gak usah bahas pemilu lagi. Gak usah ngomongin pak ini lebih ini dan pak itu lebih itu dan lain lain sebagainya. Ingat, kalau itu salah bisa jadi fitnah dan kalau itu memang benar, jadinya ghibah. Gak ada untungnya buat kita kan. Kalau begitu, gimana kalau lanjut ke poin nomer dua.

Dua, pilih topik yang lebih asyik


Bener banget! Ada banyak sekali topik asik yang gak mengundang debat yang bisa kita pilih saat ngobrol sama saudara atau teman. Ngomongin anak bisa, ngomongin makanan juga asyik, ngomongin cinta apalagi, asik banget hahaha. Yang penting jangan ngomongin orang lain ya.. inget, kalau salah jadinya fitnah kalau bener jadinya ghibah (Back to laptop). Dan topik topik begini emang susah dihindari.

Jangan terprovokasi


Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, kadang komentar-komentar juga status status facebook yang ada di beranda kita membuat kita secara tidak sadar ikut mengomentari dan berpikir keras tentang politik. Sejatinya, politik itu tidak pernah kita tahu kebenarannya. Jadi.. mungkin langkah untuk uninstall media sosial sementara adalah pilihan yang bijak. Ayolah.. kita kan kalangan bawah, menikmati panggung politik ya dibikin santai saja, gak usah ikut-ikutan hal yang gak kita pahami. Jika ingin berkomentar dan didengar, lakukan saja dengan benar.

Yang ada di sosial media itu saya lihat ya isinya cuma ngolok-ngolok pasangan yang menang aja saya lihat. Yang curang lah, yang diatur begini dan begitu lah. Padahal saya melihat juga para KPPS dengan sangat bekerja keras menghitung suara secara manual. Sudah ada 90 orang lebih yang bertugas meninggal dunia karena kelelahan. Kita dengan entengnya bicara curang curang aja, ya koreksien sendiri ae, gak udah bentuk KPU >,<.

Intinya... ketika kita sudah memilih dan berbuat jujur, sementara mungkin ada kecurangan yang dibuat, itu sudah diluar kuasa kita. Biarkan Allah yang mengurus sisanya. Jika kita berpikir "kalo bisa bersuara, kenapa diam saja" Nah ini... bener gak apa yang kamu dapatkan berita yang akan kita share, saring dulu sebelum Sharing!

Komentar