Tips Install Linux agar Hemat Internet

Tips Install Linux agar Hemat Internet

Bisa dibilang, install Linux itu agak lumayan banyak makan internet. Mengapa? Pertama, file ISO-nya lumayan besar. Meski tidak sebesar file ISO Windows. Kemudian yang kedua. Setelah menginstal OS, kita (biasanya) harus update dan upgrade agar dapat software atau pun kernel terbaru.

Update dan upgrade software maupun kernel serta sistem keamanan tidak hanya ditawarkan ketika kita baru selesai menginstal OS, tapi juga akan sering ditawarkan dalam penggunaan sehari-hari.

Jadi, bisa dikatakan, pakai Linux itu harus siap koneksi internet dan siap berkorban data. Mirip-mirip sama Android lah.

Supaya tidak boros, ada beberapa tips install Linux agar lebih hemat internet. Seperti yang akan saya tulis di bawah ini.

Tips Install Linux agar Hemat Internet


Tapi sebelum membahas tentang tips Install Linux agar hemat internet. Saya ingin membahas sedikit tentang kartu Smartfren Unlimited.

Pasalnya, kemarin, ketika membahas tentang “apakah install Linux butuh koneksi internet?” Saya sedikit menyinggung tentang internet Smartfren Unlimited dan berjanji untuk berbagi pengalaman tentang kecepatan serta bagaimana koneksinya di wilayah Kalimantan.

Sebelumnya, saya sudah bilang kalau internet Unlimited dari Smartfren ini bisa digunakan untuk semua aplikasi. Dan, koneksinya lumayan kenceng. Tidak hanya di kota besar seperti Surabaya, tapi juga saat digunakan di kota kecil seperti di Kota Jombang. Bahkan, ketika dibawa ke pelosok seperti daerah tempat tinggal saya yang notabene-nya ada di pinggir kota atau wilayah persawahan. 

Speed test Internet Smartfren Unlimited di Jawa
Speed Internet Smartfren Unlimited di Jawa

 Fakta bahwa koneksi Smartfren tetap kencang ketika digunakan di daerah yang agak jauh dari kota, membuat saya jadi agak penasaran dan bertanya-tanya.

Apakah, Smartfren bisa dipakai di Kalimantan dan performa internetnya bakal sebagus di pulau Jawa?

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul karena, saya sebagai orang asli Kalimantan, tahu betul kalau di Kalimantan itu sinyalnya agak susah. Apalagi, kalau kita pergi ke daerah-daerah yang agak pelosok.

Berdasarkan pengalaman, tidak jarang, kita kehilangan sinyal saat berada di perjalanan dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Pengalaman itulah yang bikin saya merasa sangat penasaran.

Performa Smartfren Unlimited di Luar Daerah


Karena sudah tidak sabar. Sesampainya di bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, atau yang dulu dikenal dengan sebutan Bandara Sepinggan Balikpapan. Saya langsung menghidupkan hp sesaat setelah masuk ke gedung Terminal.

Saya penasaran apakah Smartfren bisa digunakan di luar daerah seperti Kalimantan?

Tidak lama berselang setelah saya menghidupkan hp, ternyata sinyal Smartfren langsung nyaut. Wah… keren banget guys! Ternyata Kartu Smartfren Unlimited yang saya bawa dari Surabaya, bisa juga dipakai di Kalimantan.

Bagaimana dengan kecepatan internetnya?

Meski tidak secepat di Jawa, ternyata performa internet Smartfren Unlimited di Kalimantan Timur masih cukup lumayan.

Tes Kecepatan Smartfren Unlimited di Balikpapan Kalimantan Timur
Smartfren Unlimited di Balikpapan Kalimantan Timur

Apa mungkin, ini disebabkan karena wilayah Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (yang saya tuju) adalah calon ibukota baru? Sehingga, Smartfren mulai mengekspansi daerah ini? Who Knows?

Sebagai pengguna Smartfren, saya tentu saja merasa senang karena kartu yang saya andalkan untuk internetan, ternyata bisa dipakai juga di Kalimantan dengan performa yang kurang lebih sama seperti di Pulau Jawa.

Saya tetap merasa puas meski coverage area-nya masih belum seluas seperti di Pulau Jawa. Mungkin, hal ini disebabkan karena basis pengguna Smartfren di Kalimantan belum sebesar di pulau Jawa.

Saya memang sangat mengandalkan Smartfren Unlimited. Karena selain ngasih internet unlimited dan full speed 24 jam, saya juga suka pakai kartu ini karena internet Unlimited-nya bisa digunakan untuk semua aplikasi disamping harganya yang murah banget. 

Yup! Hanya dengan Rp20.000 kita sudah bisa menikmati internet unlimited yang tetap ngebut 24 jam. Pas banget buat yang sering online buat main game, streaming, atau install Linux. 

Tapi, saya nggak akan membahas panjang lebar tentang Smartfren Unlimited di sini. Kalau kamu tertarik dan pengen tahu lebih banyak, kamu bisa langsung cus ke @smartfrenworld melalui Instagram atau pun Twitter.

Cara Menghemat Internet saat Install Linux


Kembali kita ngomongin soal cara menghemat internet. Walau tidak selalu membutuhkan internet saat instal Linux, namun koneksi internet akan membuat hasil instalasi Linux akan terasa lebih sempurna.

Meski harga internet saat ini sudah semakin murah. Namun, mempelajari cara menghemat data internet saat instal Linux tetaplah penting. Adapun tipsnya, bisa kamu simak di bawah ini.

1. Pilih Distro Linux yang ISO-nya ringan


Ada banyak Distro Linux yang file ISO-nya lumayan ringan karena tidak dibundel dengan berbagai macam software. Selain itu, ada juga beberapa Distro Linux yang memang sengaja dipangkas agar jadi lebih ringan.

Seperti Linux Mint 20.1 yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan Ubuntu 20.4. Padahal, Linux Mint 20.1 yang beratnya hanya 1.9GB basisnya adalah Ubuntu 20.4 yang ukuran filenya 2.7GB.

Ukuran ISO Ubuntu dan Linux Mint

Berikut adalah daftar ukuran (size) file ISO distro Linux populer,

NoDistro LinuxSize
1Ubuntu 20.04.22.7 GB
2Linux Mint 20.11.9 GB
3Arch Linux734.3 MB
4Elementary OS 5.1.71.49 GB
5MXLinux 19.31.7 GB
6Open SUSE Leap 15.24 GB
7Clear Linux by Intel2.8 GB
8Deepin 20.12.8 GB
9Manjaro XFCE 20.2.12.7 GB
10Lubuntu 20.04.11.8 GB


2. Download OS dan Software saat terhubung ke wifi gratis

Adakalanya kita berada di tempat-tempat yang menawarkan wifi gratis. Seperti ketika berada di cafe, warkop, kantor, atau di hotel.

Ketika terkoneksi ke wifi gratis, ini adalah kesempatan terbaik untuk mendownload OS ataupun software yang kita butuhkan. Seperti, Chrome Browser, WPS Office, Libreoffice, GIMP, Inkscape, VLC video player, hingga Open Shot video editor.

Kamu bisa mendownload file ISO, DEB, AppImage, RPM, SNAP, dll pakai smartphone (Android/iOS). Setelah itu, transfer file yang telah kamu download ke komputer kemudian, install...

3. Download file deb, rpm, atau snap 


Alih-alih mendownload software melalui software Center. Akan lebih hemat apabila software didownload dalam bentuk file DEB atau RPM.

Pasalnya, file-file tersebut dapat disimpan dan digunakan kembali jika nanti membutuhkannya. Selain bisa menghemat waktu karena bisa langsung diinstal saat dibutuhkan, backup software juga akan membantu kita menghemat data karena tidak perlu mendownload lagi.

4. Uninstall software yang tidak dibutuhkan


Saat kita menginstall Distro Linux tertentu, biasanya ada banyak software yang disertakan di dalam file ISO-nya. Beberapa software tersebut kadang kala tidak kita gunakan.

Misal, Ubuntu dan Linux Mint biasanya akan menyertakan Libreoffice serta browser Firefox pada instalasi default-nya. Padahal, beberapa diantara kita justru lebih suka mengetik di WPS Office atau FreeOffice serta lebih suka browsing menggunakan Google Chrome.

Jika tidak dibutuhkan, sebaiknya uninstall software-software yang tidak digunakan tersebut. Karena software-software tersebut seringkali ikut diperbarui saat kita mengaktifkan fitur Auto-update.

5. Nonaktifkan auto-update software


Ada banyak software atau pun Kernel yang kita rasa sudah sangat stabil sehingga tidak membutuhkan pembaruan atau peningkatan. Agar berbagai software tersebut tidak diperbarui secara otomatis. Sebaiknya non-aktifkan fitur Auto-update pada Linux.

Selain menjaga stabilitas software, cara ini juga bermanfaat untuk menghemat internet.

Meski demikian, update dan upgrade software atau kernel tetap direkomendasikan. Karena, selain kerap menawarkan peningkatan performa. Update dan upgrade juga sering menawarkan sistem keamanan yang lebih baik.