Windows 11 Makin Mirip Mac OS dan Bisa Install Aplikasi Android

Windows 11 Makin Mirip Mac OS dan Bisa Install Aplikasi Android

Perkembangan sistem operasi (OS) satu dekade belakangan ini begitu mengagumkan. Buat saya. Saya melihat, perkembangan ini tidak lepas dari faktor kemunculan beberapa sistem operasi baru yang merusak dominasi pemain besar seperti Microsoft Windows, baik untuk chipset ARM ataupun x86.

Review Windows 11
Berbagai inovasi yang ditawarkan oleh OS populer seperti, Mac OS, Windows, Linux, Android, iOS, BSD, dan berbagai sistem operasi lainnya, seolah-olah saling melengkapi.

Karena itu, tidak mengherankan apabila kita sering menjumpai fitur dan UI (tampilan) yang mirip satu sama lain. Yang kemudian menghadirkan perdebatan sendiri di antara para fans-nya. Kita ambil contoh, fitur tailing window yang menjadi andalan Pop_OS! Sebuah fitur yang sudah dinikmati oleh user-nya selama bertahun-tahun itu, kini muncul di Windows dan menjadi sebuah fitur unggulan.


Fitur Snap Windows 11 yang mirip tiling window PopOS
Fitur Snap Windows 11 yang mirip tiling window di PopOS

Hal yang sama juga sering kita lihat di antara sistem operasi Android dan iOS. Pasalnya, kedua sistem operasi tersebut memang sangat mirip satu sama lain.


Terlepas dari contek-mencontek fitur dan tampilan tersebut, kita sebagai user tentu saja sangat diuntungkan. Setidaknya, ada dua keuntungan yang bisa kita nikmati dari tiru-meniru inovasi diantara pemain-pemain besar tersebut.


  1. Keuntungan pertama. Bertahan pada satu OS tanpa perlu gonta-ganti OS akan lebih mudah dan masuk akal. Karena, fitur-fitur baru yang ada pada sistem operasi tetangga akan (segera) hadir di sistem operasi yang kita gunakan. Itu artinya, kita tidak perlu membeli banyak gadget atau menginstall banyak sistem operasi jika ingin menikmati fitur-fitur tersebut

  2. Keuntungan kedua. Perkembangan sistem operasi akan semakin cepat dan semakin reliable. Kondisi ini akan membuat setiap sistem operasi seolah-olah saling melengkapi satu sama lain


Sekarang, mari kita kembali membahas Microsoft Windows. Sebuah sistem operasi yang paling populer di antara para pengguna PC.


Review Windows 11


Setelah 6 tahun berlalu sejak Microsoft mengumumkan kehadiran Windows 10 (29 Juli 2015), akhirnya Microsoft mengumumkan kehadiran successor Windows 10 pada tanggal 24 Juni 2021 kemarin melalui media virtual.


Jika dibandingkan dengan versi 10, Windows 11 terlihat membawa lebih banyak perubahan. Orang mengatakan perubahan-perubahan yang ada pada Windows baru ini membuatnya sangat mirip dengan sistem operasi milik Apple. Benarkah?


Bagi saya, tampilan Windows 11 ini sebenarnya nggak mirip-mirip amat dengan Mac OS hanya karena ikon pada taskbar-nya digeser ke tengah.

Start Menu Windows 11 Mirip Mac OS dan Chrome OS
Start Menu Windows 11 Mirip Mac OS dan Chrome OS

Menurut saya, justru fitur window tiling pada Windows baru inilah yang paling mirip dengan fitur pada Pop_OS! Ya, fitur pop shell window tiling memang sudah sejak lama menjadi andalan Pop OS untuk memanjakan penggunanya.

 

Terlepas dari berbagai kemiripan tersebut, berikut adalah beberapa fitur baru Windows yang layak untuk dibahas dan wajib kamu tahu. Terutama, jika kamu sangat bergantung pada sistem operasi yang satu ini.


1. Start Menu Windows 11


Ketika melihat presentasi Windows 11 kemarin, hal pertama yang menarik perhatian saya adalah Start menu barunya yang tidak hanya tampil beda tapi juga ditempatkan ditempat yang berbeda jika dibandingkan start menu Windows 7 atau Windows 10.


Perubahan tempat inilah yang membuat kita teringat pada OS buatan Apple dan juga Chrome OS. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang bilang kalau, Windows baru ini mirip Mac atau Chrome OS.


Tapi untungnya, perubahan ini tidak bersifat permanen. Jadi, buat kamu yang nggak saka gaya desain ini (menu di tengah), Microsoft tetap menyediakan opsi agar kamu bisa memindahkan Start menu tersebut ke bagian kiri layar seperti biasa.


Buat saya pribadi, melihat start menu bergaya Live Tiles (Metro) pada Win 10 yang sudah benar-benar ditinggalkan dan digantikan menu baru jauh lebih baik. Kesannya jadi lebih minimalis dan lebih enak dilihat serta lebih bersih.


Desain Start Menu Windows 11 yang baru
Desain Start Menu Windows 11 yang baru


Selain mengalami perubahan pada desain, Microsoft juga menambahkan beberapa sentuhan yang membuat Start menu ini terlihat semakin menarik.


Salah satunya adalah sentuhan animasi yang tampak makin halus sehingga, buka-tutup Start menu di Windows 11 terasa lebih menyenangkan.


Selain Start menu dan Search menu, Windows juga menyertakan Widget pada taskbar. Widget ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Kamu bisa mengisi Widget Windows ini dengan informasi seputar cuaca, berita, dan lain sebagainya.


2. Dukungan Multi-Monitor


Window snap adalah istilah yang tentu sudah akrab kita dengar di kalangan pengguna Linux, Windows ataupun Mac. Istilah ini merujuk pada fitur yang dapat membuat jendela aplikasi menempel di bagian sisi (kiri dan kanan) atau bagian (bawah dan atas) atas monitor.


Snap di Windows 11 dengan klik kanan pada tombol Maximize
Snap di Windows 11 dengan klik kanan pada tombol Maximize 

Di Win 11, fitur ini tersembunyi dan bisa diaktifkan dengan cara klik kanan pada bagian tombol maximize.


Tapi bagi saya, hal yang paling menarik justru ada pada dukungan multi-monitor-nya. Ya, saya rasa fitur ini jauh lebih penting buat saya yang memang sering bekerja dengan beberapa monitor sekaligus.


Dan, seperti yang kita tahu, pengaturan multi monitor pada Windows 10 terasa kurang mulus. Apalagi kalau kita mencoba menghubungkan laptop dengan monitor eksternal. Memindah-mindahkan aplikasi dari layar laptop ke layar eksternal atau sebaliknya akan terasa sangat merepotkan.


Multi-Monitor (screen) Windows 11


Pada Win 11, fitur ini sudah banyak mendapatkan perbaikan. Sekarang, kalau kabel HDMI atau kabel monitor eksternal kita cabut dari laptop/PC, Windows akan secara otomatis me-minimize atau mengumpulkan semua yang kita buka pada monitor utama.


Tidak berhenti sampai di sana, saat kembali disambungkan, Windows 11 akan mengingat di mana aplikasi-aplikasi tersebut seharusnya berada. Misalnya, jika sebelumnya aplikasi Photoshop kita letakkan di monitor kedua dan aplikasi Microsoft Word diletakkan di monitor ketiga, setelah kedua monitor disambungkan kembali, maka aplikasi yang tadinya berkumpul di monitor utama akan otomatis kembali ke tempatnya (monitor) semula.


3. Aplikasi Microsoft Teams yang Terintegrasi


Selama pandemi ini, kita menghabiskan lebih banyak waktu bekerja atau melakukan berbagai hal dari rumah. Mulai dari bekerja, belajar (bagi siswa), hingga silaturahim.

Untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, atau rekan kerja secara live, Zoom adalah aplikasi yang paling banyak diandalkan.


Namun sayang, Zoom bukan milik Microsoft. Aplikasi sejenis yang mereka miliki adalah Skype. Tapi masalahnya, Skype tidak sepopuler Zoom. Dan, jika dibandingkan dengan Skype, Microsoft Team justru jauh lebih populer dan lebih banyak digunakan.


Agar bisa menyaingi Zoom, maka tidak mengherankan jika Microsoft kemudian berpikir untuk mengintegrasikan aplikasi Microsoft Team di Windows 11.


Menggunakan Aplikasi Microsoft Teams di Windows 11
Menggunakan Aplikasi Microsoft Teams di Windows 11

Dugaan saya, itulah sebabnya mengapa aplikasi ini akan dapat langsung dijumpai di taskbar. Mengingat Microsoft Team juga tidak hanya tersedia di Windows, tetapi juga tersedia di berbagai sistem operasi lain. Maka, peluang Ms Team digunakan untuk berinteraksi dengan teman atau keluarga akan sangat besar.


4. Microsoft Store


Sebelum Microsoft memperkenalkan Windows baru ini. Beberapa fiturnya sudah terlebih dahulu bocor dan diketahui oleh publik. Selain beberapa fitur yang telah disebutkan di atas, fitur lain yang sudah menjadi rahasia umum adalah aplikasi Microsoft Store yang kini memiliki desain baru serta kemampuan baru.


Aplikasi Android di Windows Store
Aplikasi Android di Windows Store

Kemampuan baru yang saya maksud adalah, Microsoft Store akan menampilkan beberapa aplikasi Android yang dapat di-install langsung ke Windows seperti beberapa aplikasi sosial media dan game.


5. Auto detect system


Saat ini, semakin banyak kita jumpai laptop yang dibekali dengan fitur layar sentuh. Karena itu, tidak mengherankan apabila Microsoft mempersiapkan Windows 11 agar bisa berjalan dan dioperasikan dengan mulus pada device yang mendukung layar sentuh.

Compatibilitas Windows 11 pada device

Apabila diinstal pada perangkat yang mendukung layar sentuh, sistem operasi Windows ini akan otomatis menampilkan layout atau UI yang memang cocok untuk layar sentuh, semisal tablet atau semacamnya. Tidak ketinggalan, Microsoft juga menyediakan dukungan stylus.


Windows 11 mendukung stylus dan sentuhan

6. Auto HDR


DirectX 12 Ultimate dan Auto HDR di Windows 11

Buat kamu-kamu yang mengandalkan Windows untuk bermain game, kamu harus tahu kalau Windows 11 baru ini menyediakan fitur auto HDR yang diambil dari teknologi Xbox. Fitur ini akan membuat game terlihat lebih menarik. Fitur ini bahkan tetap bisa berfungsi sekalipun game-game yang kamu mainkan tidak mendukung fitur HDR sekalipun.

 

7. Xbox Velocity Architecture


Windows 11 tampaknya memang eksklusif diciptakan untuk memanjakan para gamer. Pasalnya, selain menawarkan teknologi Auto HDR, Microsoft juga menawarkan beberapa fitur menarik lainnya seperti Xbox Velocity Architecture misalnya. Fitur ini Akan membuat loading game jadi lebih cepat pada beberapa jenis SSD.


Gaming di Windows 11

Selain itu, dimulai Windows terbaru ini, Microsoft juga telah mengintegrasikan DirectX 12 Ultimate dan fitur DirectStorage yang memungkinkan gamer untuk memaksimalkan performa GPU alih-alih berkutat di CPU.


Persyaratan Sistem untuk Install Windows 11


Download Windows 11 yang resmi saat ini belum tersedia di situs Microsoft. Meski demikian, setelah pengumumannya beberapa waktu yang lalu, diyakini Windows 11 akan resmi diluncurkan beberapa bulan kedepan.


Itu artinya, kamu harus sedikit bersabar jika ingin mencoba install Windows 11. Tapi sebelum kamu memutuskan untuk mendownload OS terbaru Microsoft ini, ada baiknya kamu menyiapkan device yang dapat memenuhi syarat system requirement Windows 11.


Bagi kamu yang kebetulan sudah menggunakan Windows 10 genuine. Kemungkinan besar kamu akan dapat upgrade gratis ke Windows 11. Meski demikian, persyaratan sistem minimal untuk menginstal sistem operasi ini tetap harus terpenuhi.


Buat kamu yang penasaran dengan system requirement Win 11, kamu bisa melihat beberapa syarat utamanya di bawah ini.


  1. RAM 4 GB (minimum)
  2. Processor dual-core dengan kecepatan minimal 1 GHz
  3. Ruang penyimpanan minimal 64 GB
  4. Chipset tipe 64-bit
  5. TPM Chip 2.0


Jika persyaratan 1 hingga nomor 4 tampak mudah untuk dipenuhi, persyaratan yang terakhir mungkin akan membuatmu bertanya-tanya. Dan, tampaknya agak sulit untuk dipenuhi oleh sebagian besar user. Kenapa sih Microsoft memaksa penggunanya untuk menggunakan chip TPM (Trusted Platform Module)?


Ini mungkin kabar yang agak mengejutkan bagi sebagian besar pengguna. Karena pada saat Windows 11 diumumkan kehadiran beberapa hari yang lalu, Microsoft menyatakan bahwa Windows 11 membutuhkan chip TPM.


Kabar ini tentu saja akan sedikit membingungkan bagi banyak pengguna. Karena memang, TPM chip tidak begitu populer dan tidak terlalu banyak dibahas. Pasalnya, OS versi terdahulu lebih banyak memfokuskan syarat instalasinya pada processor dan RAM.


Bagi kamu yang belum tahu tentang Trusted Platform Modules, ini adalah chip yang terintegrasi pada motherboard PC atau laptop dan bisa juga ditambahkan secara terpisah.


Fungsi utama TPM adalah untuk melindungi kunci enkripsi, kredensial pengguna, dan data-data yang sensitif. Dengan begitu, malware atau virus tidak akan dapat mengakses atau merusak data tersebut.


Chip TPM 1.2 sendiri sebenarnya sudah mulai digunakan sejak tahun 2011 pada kebanyakan laptop dan desktop kelas bisnis.


Tapi, mengapa Microsoft begitu ngotot dan memaksa para penggunanya untuk mempersiapkan hardware yang telah dibekali dengan chip TPM?


Alasan utama Microsoft mengharuskan para pengguna Windows 11 untuk menyediakan sistem yang telah dilengkapi dengan chip TPM adalah karena, adanya peningkatan serangan malware/virus dari tahun ke tahun.


Menurut direktur perusahaan dan keamanan OS di Microsoft yang bernama David Weston, serangan ke Windows terus meningkat dari hari ke hari. Laporan data keamanan Microsoft sendiri menunjukkan bahwa terdapat dari 80% serangan firmware yang terdiri atas: phishing, ransomware, hingga berbagai serangan virus. Jadi, sudah sewajarnya apabila Microsoft sangat concern terhadap faktor keamanan OS-nya. Terutama bagi keamanan data-data para penggunanya.