Jangan Mengaku Orang Jujur Kalau Kamu Masih Suka Membajak

Membajak berarti mencuri 

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang suka mendengarkan musik, menonton film, dan menggunakan komputer untuk bekerja dan mencari uang. Tapi sayangnya, musik yang kita dengar, film yang kita tonton, hingga sistem operasi dan software yang kita gunakan di komputer (PC) sebagian besarnya adalah produk bajakan. Padahal, sudah ada undang-undang yang cukup jelas mengenai penggunaan produk bajakan dan ancamannya. Bahkan, hanya meng-copy atau menggunakannya tanpa izin dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

"Membajak berarti mencuri." Apapun agamamu, apapun keyakinanmu, saya yakin bahwa hati dan agamamu pasti mengajarkan dan menganjurkan kamu untuk selalu jujur dalam setiap kesempatan. Sedangkan membajak adalah kegiatan yang sudah pasti tidak jujur, karena merugikan pemilik lisensi musik/film, musisi, orang-orang yang bekerja di industri ini, hingga pemilik dan pembuat software.

Itu baru sebatas musik, film dan software. Belum lagi apabila kita menghitung (brand) baju-baju sepak bola (jersey), sepatu, dan berbagai benda KW lainnya. Yang sebagian besar dibuat tanpa izin dari pemilik lisensi. Apabila kamu tau dan sengaja membeli produk bajakan, atau sengaja menggunakan produk bajakan, itu sama aja kamu juga ikut mendukung kegiatan membajak.

Karena kita hidup hanya sekali, maka kejujuran setidaknya harus ada di dalam diri kita. Tidak hanya untuk diajarkan kepada anak keturunan, melainkan harus dimulai dari diri pribadi.


Cara agar terhindar dari kegiatan membajak


Saya sendiri sudah mencoba melepaskan diri dari berbagai benda maupun hal-hal yang berbau bajakan. Mulai dari migrasi dari Windows ke Linux, saya tidak tidak lagi menyimpan MP3 bajakan, tidak menyewa/menonton film ilegal, dan sebisa mungkin menghindari berbagai produk KW.

Untuk menghindari semua itu, berikut adalah cara yang saya terapkan.


Mendengarkan musik

Cara legal mendengarkan musik

Sejak dahulu saya adalah salah satu penyuka musik. Dahulu saya sengaja menyimpan dan mengoleksi berbagai MP3 dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan kadang-kadang, berbagai lagu tersebut kebanyakan tidak sempat saya dengarkan karena jumlah koleksi yang enggak terhitung.

Namun akhirnya saya memutuskan untuk menghapus semua file MP3 (lagu) yang saya miliki, dan kemudian beralih mendengarkan musik legal.
  • Langkah pertama yang saya lakukan adalah berlangganan internet berkecepatan tinggi agar bisa streaming. Namun saya tidak mendengarkan musik streaming dari sembarang tempat. Saya memilih hanya yang legal.
  • Website yang menyediakan musik legal untuk didengarkan diantaranya adalah:
    1. Musicmp3.ru - ini adalah situs favorit saya karena menyediakan banyak sekali lagu yang bisa didengarkan secara gratis sebelum dibeli. Mulai dari yang jadul hingga yang terbaru. Yang membuat saya kerap mengunjungi situs ini adalah, kita tidak dibatasi dalam memutar musik. Bahkan musik yang sama bisa kita putar berkali-kali setiap hari. Kemudian, kita juga bisa skip sesuka hati tanpa ada batasan.
    2. Jango - ini adalah situs lainnya yang sering saya kunjungi. Konsepnya sangat mirip dengan berbagai music streaming modern seperti Sportify.
    3. Spotify. Selain melalui website, musik di sportify juga bisa kamu dengarkan melalui gadget berbasis Android atau iOS. Namun sayangnya, kita hanya bisa mendengarkan musik secara acak. Jumlah "skip" yang diperbolehkan sangat terbatas untuk user non premium. Jadi jika kamu ingin bisa men-skip musik tanpa batas, kamu harus membayar.
    4. Joox. Adalah pilihan aplikasi lain yang sering digunakan untuk mendengarkan musik di gadget (smartphone). Tapi sayangnya, aplikasi ini butuh waktu loading yang sangat lama sehingga saya sering meninggalkannya sebelum musik diputar. Namun ini adalah salah satu tempat di mana kita bisa mendengar musik secara legal.
    5. Saya menghindari mendengarkan musik dari SoundCloud karena ada banyak musik ilegal yang di-upload oleh orang-orang tidak bertanggung jawab (pembajak).
    6. YouTube, adalah tempat di mana kita bisa melihat video sekaligus mendengarkan audio (musik). Lagi-lagi, ketika memilih musik yang akan saya putar di Youtube, saya juga sangat pemilih. Saya hanya memutar musik-musik yang di-upload oleh penyedia resmi seperti:
      • Vevo, atau
      • Melalui official channel dari artis pemilik video
    Kalo enggak pengen streaming, sebenarnya kamu juga bisa membeli musik mp3 yang resmi untuk didengar secara offline, melalui:


Tempat nonton film yang legal

Film ilegal

Saat ini, website tempat menonton video ilegal (bajakan) tumbuh bak jamur di musim hujan, mulai dari Ganool, nontonfilm77, senimovie, filmbagus21, dan masih banyak yang lainnya. Namun tentu saja, film-film yang ada di sana adalah film bajakan yang seharusnya tidak kamu tonton.

Kalo kamu tertarik untuk menonton film legal, sekarang kita sudah bisa menyewa atau membeli film legal melalui:
  • Google Play
  • Netflix
  • Hooq
  • Iflix, dll.
Dari berbagai pilihan tersebut, menyewa film atau membeli film di Google Play adalah alternatif yang paling mudah. Karena kita bisa membayar dengan cara potong pulsa.


Software dan sistem operasi

Software bajakan

Masih banyak diantara kita yang menggunakan sistem operasi Windows bajakan dan software-software bajakan seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Corel Draw, Microsoft Office, Cool Edit, Adobe After Effect, 3D Max, dan lain-lain.

Bagi kamu yang tertarik untuk menggunakan OS dan software non bajakan, kamu bisa:
  • Membeli PC atau laptop yang sudah menyertakan sistem operasi Windows. Jika membeli PC atau laptop tanpa sistem operasi, ada baiknya kamu juga beli Windows asli atau beralih ke Linux. Karena membeli sistem operasi Windows secara terpisah biasanya sangat mahal.
  • Ganti software bajakan dengan yang gratisan. kamu bisa melihat beberapa alternatif software pengganti di sini.


Menghindari barang KW

Jersey Asli vs KW

Bagi yang suka bola (biasanya sih cowok-cowok neh), memakai jersey klub bola favorite bisa jadi sebuah kebanggaan. Tapi sayangnya, banyak pencinta bola yang enggak paham kalau sebenarnya, jersey bola punya lisensi, sehingga tidak boleh di buat sembarangan (tanpa izin). Tapi di Indonesia, kita masih sering ngeliat orang-orang yang berusaha untuk mengais rupiah dengan membuat Jersey KW (bajakan).

Emang sih, yang asli harganya lumayan mahal. Tapi kita kudu inget, "jujur itu memang mahal bro." Kalau saya pribadi, saya lebih suka enggak pake jersey KW saat dukung team kesayangan dan lebih milih pake kaos yang biasa-biasa aja asal penampilan tetap oke, rapi, sopan, tapi pastinya TeTaP SeMaNgAt!

Karena menurut saya, mendukung tim favorit enggak harus sampai menjerumuskan kita melakukan hal-hal yang ilegal. Yang justru sebenarnya merugikan team tersebut. Karena biasanya (team sepakbola) salah satu sumber pemasukannya adalah melalui jualan jersey. Jadi, sebagai pencinta klub, jangan sampe kamu beli jersey KW, termasuk KW super! karena sama aja kamu ngarep klub favoritmu merugi/bangkrut.

Sebenarnya enggak hanya terbatas pada jersey, kita juga harus teliti ketika membeli boneka, sepatu, jam tangan, dan berbagai aksesoris lainnya. Karena enggak sedikit di antara benda-benda tersebut sebenarnya berlisensi namun dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Remember...

"Memakan hanya rezeki yang halal dan memberikan nafkah keluarga melalui jalan yang baik adalah cara kita menyayangi keluarga"

Komentar

  1. Nonton film, mendengarkan musik aku pakai aplikasi legal & bayar. Kalaupun download legal juga dan gak bisa disebar nanti akan hilang setelah beberapa waktu.
    Nah barang juga sebisa mungkin asli ya, gak harus mahal. Disesuaikan aja dengan kemampuan ya kalau yang aslinya mahal ya udah ga usah beli :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren tuh mbak, saya sendiri gag pernah beli musik. Cuma ngandalin gratisan aja. Kalo gag, kadang denger radio Delta FM Jakarta online.

      Hapus
  2. nah ini, aku masih ada beberapa software tidak asli, ternyata ada alternatif nya oh, terima kasih infonya. semoga kedepan tiap pribadi memiliki kesadaran yang sama tentang produk bajakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga bisa segera ganti pake alternatifnya ya hehe

      Hapus
  3. Saya masih nyari 'aman', kalau nonton ya ke bioskop, paket Hooq sering hangus ini :cry: .
    Memang harus dimulai dari diri sendiri dan ditularkan pada lingkungan terdekat untuk melawan pembajakan ini ya.
    Kalau untuk barang, beli yang produk lokal asli Indonesia aja ya :) .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bioskop selalu bisa ngasi pengalaman nonton yang paling seru. Setuju banget, mendukung produk lokal itu harus.

      Hapus
  4. Bagus banget nih Kak, artikelnya. Aku udah biasakan menggunakan spotify dan youtube buat dengerin musik dan nonton video musik. Filmpun diusahakan nonton di bioskop ataupun di netflix. Dan sampai sekarang alhamdulillah aku ga pernah beli barang kw. Gapapa ga branded ataupun brand lokal, yang penting bukan kw hehe.

    BalasHapus
  5. aku seringnya liat youtube kalau mau tau musik2 baru sih. Nonton juga ke bioskop kalau ada film yg bener2 pengen ditonton. Lagian sekarang susah juga cari situs download gratis atau KW itu. (loh kok tau???) haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Kalo 'usaha' pasti ketemu mbak. Tp mudah-mudahan nyasar ke yang legal y

      Hapus
  6. memang itu sebuah tantangan bagi diri sendiri ya, kudu mawas diri terlebih dsahulu memang

    BalasHapus
  7. Dengerin musik sama software yang masih susah pakai legal karena peranti lunak buat desain mahal banget kalau ga ada teman sharing beli. Makasih ya infonya buat portal musik gratis dan berbayar. Kalau aku kerja di bidang buku, sama juga kahawatir dengan pembajakan buku belakangan ini. Marak disebar PDF dengan mudahnya tanpa mikir royalti penulis. Buku cetakan KW bebas beredar di pasaran dengan harga sangat murah. Miris dan semoga ada solusi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kadang, kita bisa menyadari betapa parahnya pembajakan kalo udah mengalaminya sendiri. Moga sukses dengan usaha buku-nya y

      Hapus
  8. Ya,, sebenarnya banyak juga kok alternatif mencari hiburan tanpa harus membajak ya

    BalasHapus
  9. Wah bener juga ya, aku kalau dengerin mosuk dari spotify atau dari radio. Kalau nonton biasanya di TV atau langganan HOOQ karena lebih up date juga.

    BalasHapus
  10. Intinya juga kita bisa sling menghargai jerih payah n karya orang lain y kak. Mereka buat juga pasti keluar banyak hal. Kita sebisa mungkin untuk mencoba mendukung dg hal2 positif. Beli asli atau beli di tempat2 yg benar legal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget. Gag usah jauh-jauh lah, blogger kaya' kita aja pasti gag pengen kalo tulisannya dicopas trus di spin kan?

      Hapus
  11. MasyaAllah, sebuah pengingat yang baik nih, masih banyak yang belum sadar juga ya arti kejujuran apalagi saat untuk dinikmati sendiri tanpa diketahui orang lain.

    BalasHapus
  12. Untuk musik aku pakai LangitMusik, sementara filmada HOOQ, IFLIX, MNC Play dan VIU yang jadi favoritku. Di youtube sukanya mantengin akun masak-masak, untuk baca buku kumemilih platform baca tulis, perpustakaan online dan ikutan giveaway :) cuma untuk sistem operasi belum migrasi :( #mintaditimpukinimah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Referensinya lengkap lengkap banget. Kalo baca buku, saya suka Google Books. Moga cepat bisa migrasi y

      Hapus
  13. Jleb banget membajak berarti mencuri, berat ya gak pakai barang bajakan tapi kalau berusaha kita pasti bisa.
    Setuju, hidup sewajarnya ga usah ngejar branded, kalau bisa beli mah gpp, kalau gak bisa beli ya jangan makasain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, gag mungkin juga kan kita bilang "membajak sama dengan minjem" 😛

      Hapus
  14. Sebenernya nggak semua orang berprivilese bisa mengambil semua yang original. Kalau dupe nggak apa-apa sih kalau untuk kegunaan, asalkan bukan untuk mengkomersilkan itu baru salah banget hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang susah banget mbak. Saya sendiri udah ngerasain itu. Apalagi di lingkungan semuanya bajakan. Tapi, ada 'usaha' untuk menghindari bajakan itu udah keren lho

      Hapus
  15. Kalau tontonan aku seringnya nonton TV kabel channel anak-anak, hehe, termasuk jarang ntn yang lain meskipun youtube. Buku insyaallah selalu beli ori. Kalau musik sama software, ya, memang belum 100%. Insyaallah dicoba rekomendasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepat bisa move on dari bajakan ya. Saya lagi nyari ide buat nulis artikel untuk referensi software alternatif. Terutama buat pengguna Windows yang emang lebih banyak digunakan di Indonesia.

      Hapus
  16. Kalau soal.dengerin musik.atau nonton film keluarga saya juga menikmatinya lewat youtube atau dari tv langganan.
    Kalau soal pakaian dan aksesorisnya kami juga berusaha gak pake yang kw

    BalasHapus
  17. tengkyu kak, ini tuh sebagai slepetan banget buat yg masih menggunakan secara illegal. Aku juga mulai perlahan memperbaiki habit buat berlangganan, kalo nonton film aku sudah di Netflix secara premium

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiiihhh asyik banget bisa Netflix-an. Kita di sini gag bisa make Netflix coz ma IndiHome diblokir

      Hapus
  18. Kalau aku lebih suka langganan berbayar, selain sudah pasti fasilitas nya pun kita dapat dan memuaskan. Setidaknya menghargai para pembuat film yang sudah bersusah payah

    BalasHapus
  19. Dan membeli koleksi mp3 ataupun film sekarang sangat mudah. Tinggal menyediakan uang dan ruang dalam hp semua bisa kita akses dengan mudah.

    BalasHapus
  20. Alamak, apa kabar mp3 di laptop dan hp ku yg hnya kirim2 blutut dan copy2 dr horang2? Itu ilegal jg kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo gag beli sendiri ya, kemungkinannya illegal hehehe

      Hapus
  21. Sebisa mungkin sih menghindari barang bajakan, saya denger musik di spotify, nonton di viu, dan suka sedih kalau baca postingan tentang para penulis yang bukunya dibajak dan disebar secara online

    BalasHapus
  22. Wah jleb banget nih. Aku masih suka nonton streaming di situs illegal... lah gimana yaa... pengen hiburan tapi duit tipis wkwk. Software juga ada beberapa yang pakai cracking soalnya kalau mau beli pusing, nggak punya credit card.. Tapi kalau pakaian sih aku nggak pernah KW KW ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga cepet say good bye dari situs nonton film illegal 😛. Mudahan bisa nemu software alternatifnya yang legal

      Hapus
  23. PR banget soalnya aku dulu masih sering download di chanel ganol mas ehheeh
    sekarang jangan lagi ya, wong sudah ada aplikasi but nonton video macam netflix. Thanks mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak. Kalo Netflix langganannya kemahalan bisa coba iFlix. Meski gag selengkap Netflix tapi lumayan banyak opsi film-nya

      Hapus
  24. Setuju mas. Tetapi orang tidak bisa diredam ya apalagi sekarang ada software yang bisa membuat orang mudah menyalin tulisan tanpa dikenali dengan baik di mesin pencari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaahaha... Yang penting bukan "kita" kan? I/Allah yang jujur mesti menang dan punya banyak kelebihan

      Hapus
    2. Yang asli pasti lebih berbobot

      Hapus
  25. Salut dengan tulisannya, Kak. Gak semua orang sadar beginian ya. Apalagi sekarang lagi musim pembajakan buku. Sedih banget rasanya, padahal kita nulisnya udah susah payah. Begitu juga dgn film, pakaian, dll seperti di atas.
    Jujur itu memang MAHAL harganya. Noted!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, sayang banget emang. Banyak masyarakat yang masih belum sadar kalo membajak bikin penulis jadi gag semangat, kehilangan royalti yang seharusnya masuk ke kantong mereka, juga bikin orang-orang yang tadinya mau jadi penulis--jadi kehilangan semangat buat berkreatifitas

      Hapus
  26. Saya termasuk yg suka film bajakan, terutama film Korea hehe.
    Selama ini menghindari bgt sih download film2, lebih suka nonton film di situs resmi. Tp ada kalanya butuh film yg bisa ditonton cuma lewat bajakan hehe.

    BalasHapus
  27. Wah susah nih, saya biarlah dibilang orang tak jujur kalau begitu.
    Saya nggak mampu soalnya, buat bayar windows dan beli film.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum mulai kok udah nyerah? Ayo Semangat! istilah "orang tak jujur" hanya label. Lebih penting lagi kita mau menyadari bahwa banyak orang diluar sana yang membutuhkan 'kemauan' kita untuk move on dari bajakan agar mereka bisa seperti kita... punya pekerjaan dan bisa makan

      Hapus
  28. hmmm...
    kadang suka nonton di web sharing film wkwkwk,termasuk bajakk ga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gag termasuk Mbak. Tapi "mendukung" hahaha

      Hapus
  29. Alhamdulillah saya juga pengguna Spotify, rasanya kasian sama yang punya film atau lagu kalo misalnya kita pakainya yang bajakan

    BalasHapus
  30. "Memakan hanya rezeki yang halal dan memberikan nafkah keluarga melalui jalan yang baik adalah cara kita menyayangi keluarga" Sukak deh quotesnya kak. Pokoknyaa bener emang kita harus hargain penulis pun hak cipta, stop pembajakan!

    BalasHapus
  31. Wah keren banget kalau bisa Terhindar dari barang bajakan 100% kalau aku daripada pake barang KW mending beli barang tanpa merk terkenal atau justru merk Lokal aja krena toh mereka juga kualitasnua bagus bagus

    BalasHapus

  32. Tulisan pada artikel ini sangat mengena, mulai hari ini saya coba untuk berhenti menggunakan aplikasi atau perangkat lunak bajakan. Terima kasih Mas artikelnya. Sangat bermakna.

    BalasHapus
  33. Setuju setuju kak.... Walaupun jujur belum bisa legal semua, beberapa aplikasi pelan² menuju ke arah sana. Terima kasih sudah msngingatkan 😘

    BalasHapus
  34. sayangnya HOOQ sudah resmi close kak, padahal ada banyak film serial disana. Aku pribadi sering nonton di HOOQ

    BalasHapus
  35. Semangat Kak!

    Aku sedikit-sedikit juga mulai beralih ke software yang legal. OS alhamdulillah udah Windows bawaan laptop kemudian office sudah beralih ke WPS. Musik sudah tidak download tetapi dengerin radio streaming macam Prambors dan juga di spotify.

    Tinggal software vector nih aku yang belum bisa (menyempatkan diri) belajar InkScape ...

    BalasHapus
  36. Nice rreminder ini. PR banget emang kalau mau sepenuhnya lepas dari produk bajakan. Kalau buku sih Insya Allah udah beli yg original aja. Kalo nonton drakor sih aku masih pake app yg khusus gitu. Nonton film kadang copy dari adik atau teman yg entah sumbernya dari mana, heu...

    BalasHapus

Posting Komentar