Be Positive, Bee Positive, B positif, B +

Kipas Angin Maspion
Kipas angin Mas Poin

Di luar, rintik-rintik hujan masih terdengar diantara jerit suara kipas angin yang sudah mulai tua sebelum waktunya. Kipas ini adalah kipas pertama yang kami punya, menemani dan diandalkan saat cuaca sangat panas di musim kemarau.

Sayangnya, hanya sebentar saja kipas ini bersuara lembut. Sekarang, setiap kali dihidupkan, ia akan mengeluarkan derit dan suara bising hasil dari perbuatan tangan-tangan iseng yang memaksa ventilasi pengatur anginnya berhenti atau berputar ke arah sebaliknya.

Saya sendiri, lumayan senang dengan kekuatan kipas yang saya anggap punya nilai historis bagi pribadi saya ini. Bukan karena mereknya yang Mas Poin. Melainkan karena nggak hanya sekali dua kali ia disiksa, terbanting, hingga dipaksa menelan benda-benda yang enggak seharusnya ada di sana.

CUT!!!

Cukup curhatnya! Kkkkkk....

Hari ini sama seperti hari-hari kemarin. Saya ngantuk di sore hari, terus sering enggak tahan pengen tidur menjelang Isya. Di hari-hari sebelumnya, saya nggak pernah nurutin rasa kantuk. Saya selalu berusaha buat melawan sampai selesai sholat Isya. Yang kadang-kadang, ujung-ujungnya bikin saya nggak bisa tidur sepanjang malam.

Tapi hari ini saya sengaja menyerah dan tidur lebih awal. Tapi tetap saja, saya terpaksa harus bangun jam 10-an. Sebenarnya mata masih pengen tidur, tapi mulut protes dan pengen dijejali makanan.

Setengah hati saya akhirnya bangkit juga, jalan terseok menuju dapur, mencari apapun yang bisa dimakan, mulai dari sayur, kerupuk, nasi, de-el-el. Setelah nggak ada lagi yang bisa diangkut dari atas meja, iseng-iseng saya buka kulkas buat nyari yang seger-seger. Alhasil, sisa YOU C1000 Orange Water juga ikut saya gondol. Niatnya sih buat biar radang ditenggorokan bisa cepet sembuh.

Karena nggak punya meja makan, akhirnya makanan-makanan tersebut saya bawa kemeja kerja. Sambil iseng-iseng makan, laptop saya hidupkan. Ehh... kebalik, maksudnya sambil makan, iseng-iseng saya buka laptop.

Seperti biasa, tanpa diperintah, tangan bergerak sendiri, mengarahkan kursor ke arah browser dan mengklik icon situs berita.

Be Positive


Karena nggak punya TV di rumah, jadi ya, berita online jadi andalan saya buat mengetahui kejadian-kejadian yang ada di Indonesia atau di dunia. Saya sendiri sebenarnya punya beberapa situs berita favorit yang saya anggap sedikit lebih netral dalam menyajikan berita, terutama berita politik dalam negeri.

Setelah kemarin lusa (Kamis, 16 Maret 2017) kita dikagetkan dengan berpulangnya Kiai Hasyim, hari Jumat-nya kita kembali dikagetkan dengan 2 peristiwa, yaitu jatuhnya lift di Blok M Square Jakarta, dan berita soal Indra yang gantung bunuh diri sambil live di Facebook.

Tanpa mengesampingkan berita-berita penting lainnya, dua berita tersebut saya kira yang paling menarik.

Seperti biasa, kalau ada berita yang keliatan menarik, saya pasti coba baca walaupun hanya sekilas lalu alias ngebut dan enggak fokus. Ya ujung-ujungnya tetap kebaca sampai bagian ujung. Di bagian bawah, sambil iseng ngelihat-lihat “berita terkait,” iseng-iseng juga lihat komentar.

Kebetulan yang saya baca ini tentang kunjungan Cagup dan Cawagub DKI ke tempat peristiwa robohnya lift hingga menjenguk korban.

Di bagian bawah, komentar bejibun berebut untuk menarik perhatian. Tapi yang namanya komentar, setiap orang merasa boleh ngomong semaunya seenak udelnya. Hanya sedikit yang memuji dan selebihnya mencela dan memaki.

Saya sendiri sebenarnya nggak terlalu peduli dengan hal-hal kayak gini. Walaupun memang karena situasi politik, terutama di DKI sedang panas, plus sekarang lagi masanya kampanya, maka kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh Cawagub dan Cagup tersebut tampak seperti memanfaatkan momen ini.

Terlepas dari apapun niatan mereka menjenguk, saya rasa alangkah baiknya kalau kita selalu berprasangka baik kepada setiap orang. Sekalipun momennya sangat tidak tepat mengingat status yang mereka emban.

Tapi itulah sudah pandang, setiap orang punya perspektifnya masing-masing. Siapapun bebas menilai dan berkomentar. Tanpa bermaksud membela, saya rasa berpendapat boleh saja, tapi tentunya tanpa memojokkan atau menghina orang lain dan berprasangka buruk.

Itu aja...

Komentar

  1. Aku jarang lihat TV kecuali acara anak2. Berita online sesekali aja biar nggak kuper. Hehehe. Sekarang banyak hoax dan kita sebagai pembaca harus pintar dan bijak menerimanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. kudu bisa nyaring berita. kalo enggak bisa kebawa-bawa...

      Hapus
  2. Zaman sekarang kita memang harus pintar-pintar cari informasi. Jangan sampai termakan dengan informasi yang belum jelas, apalagi sampai menanggapinya sambil memaki-maki. Sebenarnya ngehabisin energi sendiri ya...dan membacanya pun saya malas hehehe...

    BalasHapus
  3. kenapa nggak mencoba menghitung domba? xixiix

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya lebih suka ngitung utang artikel Kkkkk

      Hapus
  4. Saya juga udah jarang nonton TV, soalnya selaku dibajak anak yang nonton kartun.

    Bener neh jangan sampai memojokkan apalagi menghina, sekarang kok tambah ngeri ya.

    BalasHapus

Posting Komentar