Alasan Saya Beralih ke Lemari Besi dari Lemari Kayu
Ceritanya gini...
Waktu itu. Kalau nggak salah hari Sabtu. Sekitar jam 10 pagi. Di daerah tempat tinggal saya, kalau jam segitu, panasnya udah kayak oven mode suhu maksimal! Tipe-tipe panas yang bikin cucian basah langsung jadi keripik dalam hitungan menit!
Badan rasanya makin gerah karena empet banget ngelipat tumpukan baju di pojokan yang bentuknya udah kek Gunung Bromo.
Yah! Terpaksa deh harus dilipat dan dibereskan kalau nggak mau jadi gunung meletus beneran.
Tapi entah ada angin apa, hari itu tiba-tiba saya kepikiran buat sekalian ngerapiin lemari. Soalnya lemari udah makin sesak gegara tumpukan baju-baju kekecilan yang selama ini cuma numpang lapak dengan alasan klasik, “Siapa tahu nanti kurusan lagi.”
Tapi ini udah nyaris 5 tahun, timbangan nggak turun-turun, dan justru makin naik. Huehehehe.
Di rumah saya punya 3 lemari kayu. Dari luar, semuanya emang kelihatan baik-baik saja. Mengkilap, bersih, kokoh. Kalau ada tamu main, saya suka bilang, “Ini lemari kayu jati lho.” Padahal jati atau bukan, saya juga gak ngerti, yang penting warnanya coklat dan berat.
Sampai akhirnya pada hari itu saya keluarkan semua isinya. Di pojok lemari tempat nyimpen handuk dan baju-baju bagus buat kondangan...
Dari situlah awal mula cerita hijrah dari lemari kayu ke lemari besi minimalis ini dimulai!
Lemari Kayu yang Cantik di Luar, Ternyata Jadi Kos-Kosan Rayap di Dalam
Awalnya saya nggak mencium bau apek. Saya cuek. Saya tarik tumpukan handuk paling bawah. Lho, kok ada serbuk-serbuk halus kayak bubuk kopi tumpah? Warnanya coklat muda.
Saya angkat satu handuk. Di lipatan bawahnya ada lubang-lubang kecil dan tanah-tanah. Saya angkat baju kedua, ketiga, keempat. Sama. Beberapa lembar pakaian dan handuk sudah bolong dimakan rayap.
Jantung saya langsung mode jedag-jedug kayak lagi ikutan pawai sound horeg. Saya senter bagian dalam lemari. Dan benar dugaan saya.
Bagian luar lemari mulus kayak pantat bayi. Tapi di bagian dalam, di papan bawah dan di sudut belakang yang gak begitu kelihatan, sudah jadi kos-kosan rayap.
Kayunya keropos, kalau ditekan pakai ujung jari, ambles. Ternyata rayap itu makannya pinter. Dia makan dari dalam dulu. Jadi dari luar kelihatan aman-aman aja, padahal dalamnya udah ludes.
Saya yang awalnya mau beres-beres 1 jam, jadi beres-beres seharian sambil ngedumel. Baju-baju yang bolong harus dipisahin. Serbuk kayu harus disapu. Dan yang paling nyesek, lemari ini sudah gak bisa diselamatkan.
Baru Beli Lemari, Eh Rusak Lagi!
Ini bukan kejadian pertama. Beberapa tahun sebelumnya, lemari di kamar sebelah juga nasibnya sama. Waktu itu saya mikir, “Ya udah, mungkin apes aja dapet kayu yang jelek.”
Akhirnya saya beli lagi lemari kayu baru. Waktu itu saya sengaja milih yang harganya lumayan. Saya pikir dengan harga segitu, rayap bakal segan.
Ternyata saya salah besar. Rayap itu gak peduli kita beli lemari harga 1 juta kek! atau 5 juta kek! Selama itu kayu, itu adalah buffet all you can eat buat mereka.
Dan kalau dipikir-pikir, ini tuh sama aja dengan pemborosan nggak sih?
1. Boros Uang. Beli lemari kayu harga jutaan, baru berapa tahun, eh dimakan rayap.
Bayangin aja, hanya dalam beberapa tahun kita buang uang jutaan cuma untuk tempat naruh baju. Padahal uang 4-6 juta itu kalau dikumpulin bisa buat DP motor, atau liburan ke Bali 3 hari 2 malam tanpa harus ngutang.
2. Boros Tenaga dan Bikin Kamar Jadi Gak Sehat. Serbuk rayap itu halus banget. Tiap hari jatuh ke lantai, nempel di baju, bikin debu.
Kamar jadi kotor terus, padahal baru disapu. Belum lagi kalau lembab sedikit, jamurnya datang. Aroma apeknya itu lho, bikin baju yang baru disetrika jadi bau gudang.
Ditambah lagi istri saya punya alergi debu, jadi sering bersin-bersin gak jelas.
3. Mental Breakdown Tiap Beres-Beres. Yang paling capek itu perasaan was-wasnya. Tiap mau ambil baju di tumpukan bawah, deg-degan. “Jangan-jangan rusak lagi?” Lemari yang harusnya bikin hidup rapi, malah jadi sumber cemas.
Jujur, di titik itu saya sempet mikir untuk hijrah ke lemari besi. Tapi otak saya langsung nge-judge duluan.
“Pasti mahal.” udah gitu “desainnya pasti kaku, kayak lemari arsip kantor kelurahan.” trus “Warnanya pasti abu-abu membosankan, kayak kulkas tahun 90-an.”
Jadi saya tunda lagi. Saya pikir, ya udahlah, beli lemari kayu lagi aja yang lebih bagus dan mahal.
Sampai akhirnya TikTok menyelamatkan dompet saya.
Scroll TikTok Berujung Nemu Lemari Putih yang Clean Abis
Waktu itu, abis makan, seperti biasa, saya lagi rebahan sambil scroll TikTok. Algoritma TikTok kan pinter ya, dia tau saya lagi stres gara-gara lemari. Tiba-tiba sebuah VT lewat di FYP.
Lemari putih. Tinggi. 2 pintu. Desainnya simple, clean, minimalis. Gak ada ukiran-ukiran yang ribet. Handle-nya juga tipis, modern lah pokoknya.
Di video itu, kakaknya buka pintu lemari besi, dalamnya luas dan rapi banget, ada gantungan dan rak-raknya, plus brankas ala-ala. Keterangannya, “Lemari Besi 4 in 1 Anti Rayap, Jamur, Air, Banjir.”
Dalam hati saya langsung nilang, “Wah, boleh juga nih.”
Saya yang tadinya mikir lemari besi itu jelek-jelek, langsung kena ulti. Ini mah cakep. Ini masuk banget ke selera saya yang suka rumah ala-ala Pinterest, ala-ala Japandi. Putih bersih, yang bikin foto di kamar auto estetik.
Langsung aja saya intip harganya. Eh, murah ternyata! Lebih murah dari lemari kayu terakhir yang saya beli. Dibanding harus beli lemari kayu tiap 2 tahun sekali, ini sih worth it banget.
Yup, lemari tersebut terbuat dari 100% besi, guys. Bukan plastik!
Melihat beberapa desain lemari besi di VT Imah Furniture, bikin saya tambah penasaran.
Ada yang warna putih, ada yang 2 pintu, 3 pintu, dan pintunya model sliding. Gak kaku sama sekali.
Langsung dong saya saya cari di mbah Google. Eh, ternyata Imah Furniture ada juga di Instagram (imahfurniture.id) lho. Di sini, kontennya lebih ramai. Kebanyakan konten video yang nampilin bagian luar dan dalam lemari besi koleksi imahfurniture.
Jadi, kalau kamu penasaran gimana sih rupa dan bentuk bagian dalam lemari besi 2 pintu, 3 pintu, atau 4 dan 5 pintu, kalian follow aja IG-nya.
Selain beberapa konten seputar lemari besi, di sini juga ada info nomor WhatsApp yang bisa kamu hubungi.
Btw, websitenya juga ada lho guys! Beneran bro! Niat banget nih orang jualan lemari besi.
Setelah menjelajah di IG dan web-nya, dan di situlah saya baru nyadar, kenapa beli lemari besi bisa dibilang investasi jangka panjang yang cerdas.
Kenapa Akhirnya Saya Mantap Pilih Lemari Besi?
Di sini kita belajar tentang logika. Jadi, kenapa kenapa harus beli lemari besi?
1. 100% Anti Rayap, Anti Jamur, Tahan Air dan Banjir. Beneran 4-in-1. Ini keunggulan utamanya dan ini bukan gimmick.
Karena bahannya emang besi, ya logikanya rayap mau makan apa? Mau makan besi? Giginya rontok duluan. Hahaha.
Jamur juga ogah nempel karena gak lembab kayak kayu. Kena air? Aman man! Kena banjir? Tinggal dilap, beres.
Gak akan istilah mengembang kayak kayu triplek yang kena air langsung jadi bubur. Jadi, PR beres-beres karena serbuk rayap itu saya nyatakan resmi “tamat!”
2. Desainnya Modern, Gak Kayak Lemari Kantor. Ini yang bikin saya kaget. Waktu cek lemari besi di web Imah Furniture, saya bilang dalam hati, mereka ini ngerti banget selera orang jaman sekarang.
Desainnya minimalis, warnanya soft, putihnya bersih, atau warnanya gelap (mewah).
Ditaruh di kamar kosan, di apartemen, di rumah minimalis, masuk semua. Gak bikin kamar kelihatan kayak ruang arsip.
Justru bikin kamar kelihatan lebih luas dan rapi. Awet untuk penggunaan jangka panjang, tapi gak ngorbanin gaya.
3. Gratis Ongkir Tanpa Minimal Pembelian untuk Jabodetabek. Kabar baik buat kalian yang tinggal di Jabodetabek. Kalian kalau beli furniture gede, ongkirnya itu pasti bikin jantungan, kan?
Apalagi dari Jakarta ke Bekasi, bisa 300-500 ribu sendiri. Tapi kalau kalian pesan lemari di Imah Furniture, kalian bisa dapat gratis ongkir tanpa minimal pembelian. Jadi, walaupun kamu cuma beli satu lemari aja, tetap gratis ongkir.
4. Bayar COD Setelah Barang Dikirim dan Dirakit di Lokasi. Nah, ini yang bikin tenang. Saya itu trauma beli furniture online, datangnya lecet atau gak sesuai foto, tapi uang sudah ditransfer.
Kalau beli di Imah Furniture, sistemnya COD. Bayarnya setelah barang sampai di rumah kamu dan sudah dirakit. Jadi kita bisa cek dulu barangnya, mulus atau enggak, sesuai pesanan atau enggak, baru bayar. Gak ada drama transfer duluan lalu penjual ghosting kayak mantan.
5. Gratis Perakitan oleh Teknisi Berpengalaman Lebih dari 7 Tahun. Jujur, saya suka males kalau beli lemari yang harus rakit sendiri. Apalagi kalau manualnya nggak jelas.
Ujung-ujungnya, masang kebalik, pintu miring sebelah, dll. Tapi di Imah Furniture, ada teknisi yang datang langsung ke rumah buat rakitin.
BTW, ini bukan tukang baru kemarin sore ya, tapi teknisi yang sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun. Jadi rakitannya presisi, kokoh, pintunya rata, gak bunyi-bunyi. Kita tinggal duduk manis sambil nyruput es teh cekek.
6. Harga Terjangkau Karena Logika Bisnisnya Masuk Akal. Kenapa harganya bisa terjangkau padahal kualitas besi? Jawabannya simple.
Karena mereka jual langsung lewat website resmi, bukan cuma numpang di marketplace.
Biaya marketplace itu gede lho, bisa 12%. Nah, biaya 12% itu sama Imah Furniture dikembalikan ke pembeli dalam bentuk Gratis Ongkir, Gratis Pemasangan, dan harga yang memang lebih miring. Jadi kita gak bayar biaya nggak jelas.
Lastly...
Akhirnya, lemari besi putih sekarang sudah nangkring cantik di kamar saya. Sudah 8 bulan, gak ada serbuk, gak ada bau apek, baju aman semua. Tiap buka lemari, rasanya damai. Gak ada lagi adegan horor nemu baju bolong.
Jadi, kalau kamu masih setia dengan lemari kayu yang dari luar kelihatan gagah tapi dalamnya udah jadi “perumahan” rayap, mungkin ini saatnya kalian beli lemari besi.
Punya lemari itu kayak punya pasangan, jangan cuma dilihat cakep luarnya aja. Pastikan dia tangguh, awet, dan gak bikin kamu harus ganti tiap tahun.
Bukan promosi ya. Saran aja. Kalau kalian tinggal di Jabodetabek, mending beli lemari pakaian besi ke Imah Furniture aja. Mumpung dapat gratis ongkir dan bonus dirakitin.
Posting Komentar untuk "Alasan Saya Beralih ke Lemari Besi dari Lemari Kayu"