Linux Sebagai Alternatif OS "Halal"

Saya menyebut Linux sebagai alternatif OS (operating system/sistem operasi) versi halal karena, software ini didistribusikan secara gratis meskipun ada beberapa pengembang Distro Linux yang menerima donasi. Namun pada dasarnya, sistem operasi ini tetap tersedia dalam bentuk freeware yang bisa di-download, digunakan, dan disebarkan (share) secara gratis.

Linux Alternatif OS Halal Pengganti Windows
Tak hanya gratis, sistem operasi Linux juga menawarkan (source code) yang terbuka untuk dikembangkan oleh siapapun yang berminat atau memiliki kemampuan coding. Karena itulah, Linux juga bisa disebut dengan istilah open source operating system atau sistem operasi yang bersifat terbuka.

Saya sengaja menyebut Linux sebagai salah satu alternatif sistem operasi halal karena hingga saat ini, masih banyak teman-teman yang mengaku sudah hijrah--namun sayangnya masih tetap menggunakan sistem operasi Windows bajakan di laptop mereka, masih mengandalkan software bajakan untuk bekerja bahkan untuk menghasilkan uang, serta tidak sedikit di antaranya yang masih gemar mendengarkan dan menyimpan lagu atau menonton film dengan format file MP3 ataupun file MP4 bajakan.

Bagaimana Cara Membedakan Windows Asli (Genuine Windows) dengan Windows Bajakan?

Cara membedakan Windows asli dan bajakan yang terinstal pada laptop atau PC kita sebenarnya sangat mudah, berikut adalah beberapa caranya:

1. Melalui Run dengan mengetikkan perintah: slmgr.vbs / dli

  • Klik logo Windows dan tombol R pada keyboard untuk membuka dialog Run
  • Ketik: slmgr.vbs / dli dan tekan tombol Enter untuk menampilkan informasi lisensi
  • Pada jendela dialog yang muncul, kita akan melihat Description atau keterangan mengenai sumber serial number Windows yang terinstal di PC. Jika disana tertera VOLUME_KMSCLIENT chanell. Itu mengindikasikan bahwa OS yang anda gunakan adalah OS bajakan yang diaktivasi menggunakan crack Windows seperti KMSclient

2. Activation

Cara kedua untuk mengetahui apakah Windows yang kamu gunakan asli atau bajakan adalah dengan membuka pengaturan Update & security. Caranya, klik pada:

Start > Setting > Update & security > Activation

Pada bagian ini, kamu akan diperlihatkan edisi Windows yang kamu serta metode aktivasi yang digunakan. Apabila di sana--pada Activation tertulis “Windows is activated with a digital license.” Itu bisa mengindikasikan bahwa Windows yang anda gunakan adalah Windows genuine atau OS Windows asli

3. PC atau Laptop dengan Bundle Windows Original

Banyak laptop dan PC yang dijual dengan bundle Windows asli. Laptop dan PC tersebut biasanya ditawarkan oleh vendor-vendor terkemuka seperti Asus, Lenovo, Samsung, Xiaomi, HP (Hewlett Packard), Toshiba, Acer, Dell, dan masih banyak yang lainnya.

Cara paling mudah untuk melihat apakah laptop PC yang kamu gunakan dibundel dengan Windows original adalah dengan membuka official website sesuai dengan merek laptop atau desktop yang kamu gunakan. Berikut adalah beberapa contoh desktop atau laptop yang dijual dengan Windows original.

  • Acer Swift 3 series. kalau kamu mengklik link untuk Acer Swift 3 serie, di sana kamu akan melihat daftar laptop Acer Swift 3 lengkap dengan spesifikasinya. Pada bagian spesifikasi, kamu akan melihat sistem operasi yang terintegrasi dengan laptop tersebut secara langsung.
  • Acer Aspire (All In One Series)
  • ASUS Zenbook 13
  • Lenovo 500 Series Desktop atau PC Tower model 

4. PC Rakitan Biasanya Menggunakan Windows Bajakan

Sebagian besar PC rakitan yang kita beli di toko komputer secara offline maupun online tidak dibundel dengan Windows asli, melainkan menggunakan OS Windows bajakan.

Begitu juga dengan software-software berbayar lainnya yang mungkin saja sudah diinstal oleh penjual. Baik itu, Microsoft Office, Anti-virus, software Adobe, CorelDraw, hingga berbagai game (berbayar).

5. Aktifkan “Microsoft update” kalau kamu online

Microsoft update seharusnya aktif secara default. Namun jika kamu menemukan bahwa Microsoft update di Windows yang kamu gunakan dalam keadaan non-aktif. Itu bisa mengindikasikan bahwa Windows yang kamu gunakan adalah Windows bajakan. Pasalnya, dengan mengaktifkan Microsoft update, Windows bisa melakukan update secara otomatis (jika kamu online) dan akan mendeteksi apakah Windows yang kamu gunakan original atau palsu.

Jika setelah mengaktifkan Microsoft update dan meng-update Windows, di home screen desktop muncul tulisan  “Windows… Standard Evaluation - Windows license valid for ... days - Build….” Itu artinya, Windows yang kamu gunakan adalah Windows bajakan.

Beberapa orang sengaja menonaktifkan update otomatis pada settingan Microsoft update untuk menghemat kuota dan untuk mencegah agar Windows yang digunakan tidak melakukan update sendiri yang kadang-kadang membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Adapun cara mengecek apakah Microsoft update pada Windows yang kamu gunakan aktif atau tidak, kamu bisa mengeceknya pada:

Setting > Update & Security > Windows update > Advanced options

6. Cara Lain Mengetahui Windows Bajakan vs Original

Apabila PC/desktop atau laptop yang kamu beli dibundel dengan Windows asli, namun karena satu dan lain hal, kamu terpaksa install ulang, dan menyerahkan proses instalasi kepada teknisi di counter atau tempat servis laptop. Dan, Diharuskan membayar antara 50 - 200 ribu rupiah, kemungkinan besar PC-mu akan diinstall dengan menggunakan Windows bajakan. Begitu juga dengan beberapa software yang mungkin kamu minta untuk diinstal seperti Microsoft Office, software Adobe, Game, Corel Draw, lagu MP3, dan lain sebagainya.

7. Apakah Beli Lisensi Windows OEM Legal atau Ilegal?

Banyak orang yang menyangka bahwa membeli Windows OEM (Original Equipment Manufacturer) yang dijual secara terpisah--sama dengan membeli Windows dengan lisensi asli dari Microsoft. Padahal, keduanya sangat berbeda.

Windows OEM yang banyak dijual di Toko Online dengan harga antara Rp 200.000 atau berapapun bisa dipastikan itu ilegal. Karena Windows OEM (DVD ataupun lisensi serial number) tidak boleh diinstal atau digunkan pada PC atau laptop selain yang telah ditentukan berdasarkan perjanjian antara Microsoft dengan vendor komputer.

Bagaimana jika PC atau laptop yang kamu beli integrasi dengan Windows original (OEM) tapi karena satu dan lain hal kamu terpaksa harus melakukan install ulang? 

Bagi yang menggunakan Windows OEM, cara install ulangnya sangat mudah. Jika kamu tidak diberikan atau tidak memperoleh DVD Windows original bersamaan dengan pembelian PC atau laptop yang kamu lakukan, Windows OEM asli bawaan PC biasanya sudah ada di hardisk Partition Recovery. 

Cara install ulang windows asli (bawaan/OEM) pada laptop dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

Setelah melakukan backup, kamu bisa langsung restore Windows ke kondisi semula atau factory reset dengan menggunakan image instalasi Windows yang ada pada Partition recovery tersebut.

Jika kamu tidak tahu cara melakukannya, sebaiknya mintalah bantuan orang yang mengerti atau mintalah bantuan dari teknisi yang terpercaya. Misalnya, teknisi yang ada di tempat di mana kamu membeli laptop atau PC tersebut.

Linux Sebagai Alternatif “OS Halal” Pengganti Windows Bajakan

Bagi kamu yang berniat untuk benar-benar hijrah dan meninggalkan Windows dan software-nya, kamu bisa memulai dari hal-hal yang sederhana seperti: mengganti Windows dengan sistem operasi Linux, menghapus semua file MP3 atau lagu-lagu yang ada di handphone hingga laptop, tidak menonton film ilegal, serta tidak menggunakan software serta memainkan game bajakan.

Ada banyak pilihan sistem operasi Linux yang bisa kamu gunakan untuk menggantikan Windows. Berapa Distro Linux yang saya rekomendasikan berikut ini saya anggap sebagai yang paling mudah digunakan dan mudah diinstal serta tampilannya sangat mirip dengan Windows.

1. Linux Mint

Linux Mint

Cara instal Linux mint dan berbagai keunggulannya, saat ini belum saya bahas secara khusus di blog ini. Semoga dalam waktu dekat saya bisa membuat artikel cara instal Linuxmint dan menjabarkan apa saja keunggulannya.

Linux mint sangat saya sarankan apabila teman-teman ingin menginstal Linux yang stabil dan bagus di laptop atau PC yang spesifikasinya tidak terlalu tinggi. 

Karena system requirements atau spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan oleh Linux mint sangat rendah. Yaitu RAM minimum 1 GB, 2 GB atau 4 GB jika ingin mendapatkan pengalaman yang jauh lebih lancar.

Linuxmint berbasis Ubuntu. Karena itulah, cara menggunakan sistem operasi ini tidak jauh berbeda dengan Ubuntu. Begitu juga dengan software-software yang bisa kita install di dalamnya, semua software yang bisa diinstal di Ubuntu juga bisa digunakan pada Linux mint

2. Deepin 

Tampilan Dektop Deepin 20
Tampilan Dektop Deepin 20 (Image from deepin.org)

Tidak jauh berbeda dengan Linux Mint, Deepin 20 juga menawarkan tampilan yang sangat mirip dengan Windows. Hanya saja, Linux Deepin menawarkan antarmuka yang jauh lebih cantik dibandingkan dengan Linux Mint.

Deepin saya sarankan untuk teman-teman yang punya laptop dengan RAM minimal 2 GB. Jika ingin mendapatkan pengalaman yang lebih mulus, dibutuhkan RAM 4 GB atau lebih untuk menjalankan Deepin OS.

Deepin berbasis Debian. Debian sendiri merupakan induk dari Ubuntu. Jadi, software yang bisa diinstal pada Linux Debian maupun Ubuntu rata-rata juga bisa diinstal di Deepin dengan cara yang sama.

3. Ubuntu

Ubuntu 20.04

Ini adalah salah satu Linux yang paling stabil dan paling populer serta didukung software yang melimpah. Saya pribadi sangat menyukai Ubuntu meskipun saat ini Linux yang saya install di laptop adalah Linux Mint.

Jika saya punya hardware resources yang mendukung, kemungkinan besar saya akan lebih suka menginstal Ubuntu di PC atau laptop yang saya gunakan untuk bekerja.

4. Pop!_OS

Pop!_OS

Alternatif OS halal selanjutnya adalah Distro Linux POP!_OS yang merupakan turunan dari Ubuntu. OS ini dikembangkan oleh System76. 

Saya sendiri sudah pernah mencoba sistem operasi yang satu ini, dan pengalaman yang saya dapatkan sangat memuaskan. Jika harus memilih antara Pop OS dengan Ubuntu. 

Saya pribadi lebih memprioritaskan Pop OS karena ada banyak keunggulan yang dibawa oleh operasi Linux ini. Mulai dari POP Shell yang bisa membantu kita menampilkan jendela dalam bentuk tiling dengan sangat baik, hingga tampilannya yang agak retro.

Masalah yang ada pada POP OS juga sangat minim menurut saya. Meski demikian, saya tidak terlalu menyukai model Launcher yang ditawarkan oleh POP OS dan lebih menyukai model yang ditawarkan oleh Linux mint, Ubuntu, atau model dock ala Elementary OS.

5. Elementary OS

ElementaryOS

Ini adalah sistem operasi yang telah saya gunakan selama bertahun-tahun. Saat ini, saya memang meninggalkan ElementaryOS yang menjadi favorit Distro Linux saya selama ini. 

Alasan saya meninggalkan Elementary OS yang pertama adalah, spesifikasi hardware yang dibutuhkan relatif cukup besar yakni, minimal 2 GB, 4 GB untuk mendapatkan pengalaman penggunaan yang lancar dan mulus.

Padahal, laptop yang saat ini saya gunakan hanya menyediakan RAM 4GB. Itu artinya, apabila saya menggunakannya untuk menjalankan software-software berat seperti video editing atau melakukan multitasking, laptop akan terasa sangat lambat.

Elementary OS memiliki tampilan yang mirip sekali dengan Mac OS. Itulah alasan mengapa saya memfavoritkan sistem operasi ini. Tampilannya sangat bersih, mudah digunakan, serta terlihat modern.

Upgrade yang lambat adalah alasan lain mengapa saya meninggalkan Elementary OS untuk sementara waktu.

Elementary OS sendiri berbasis pada Ubuntu dan biasanya akan di-upgrade setiap 2 tahun sekali. Jika dibandingkan dengan turunan Ubuntu lainnya seperti Pop OS dan Linux Mint yang di-upgrade setahun sekali, Elementary OS jelas ketinggalan. 

Meski demikian, keunggulannya masih tetap menjadi daya tarik bagi siapapun yang menyukai tampilan desktop modern, mirip dengan sistem operasi milik Apple, serta simple.

Selain beberapa distro di atas, masih ada beberapa distro lain yang bisa dipilih oleh siapa pun yang ingin beralih dari Windows bajakan ke sistem operasi yang halal seperti Linux.

Saya sengaja tidak menyebutkan berbagai distro Linux yang ada di luar sana pada artikel ini karena, secara pribadi saya belum mencoba berbagai Distro Linux tersebut di tahun 2020 ini. Meskipun, ada diantaranya saya pernah saya gunakan beberapa tahun yang lalu. Seperti Pclinux OS, Fedora, Ubuntu Studio, hingga Zorin OS misalnya.


Komentar