10 Alasan Saya Install Ubuntu Linux

10 Alasan Saya Install Ubuntu Linux

Install distro Ubuntu Linux di laptop selain mudah, juga saya anggap sebagai solusi terbaik bagi orang seperti saya yang belum mampu beli Windows original atau laptop sekelas Mac. 

Ubuntu adalah salah satu pilihan sistem operasi favorit saya selama bertahun-tahun. Setidaknya, ada 10 alasan mengapa saya memilih dan menggunakan distro Linux ini, yang akan saya bahas satu persatu di bagian bawah nanti.

Install Ubuntu Linux di Laptop

Tapi sebelum kita membahas alasan mengapa saya sangat menyukai distro ini, mari kita cari tau apa itu Ubuntu? Distro Ubuntu berasal dari sistem operasi apa? Dan siapa saja yang bisa menggunakannya?

Mengenal Distro Ubuntu Linux


Ubuntu adalah sistem operasi yang dikembangkan oleh Canonical LTD, yaitu sebuah perusahaan asal Afrika Selatan. Nama “Ubuntu” sendiri bermakna “tenggang rasa terhadap sesama manusia.”

Distro Ubuntu berasal dari sistem operasi Debian. Jadi bisa dibilang, Ubuntu adalah turunan Debian. Secara default, Ubuntu menjalankan GUI (graphical user interface) atau antarmuka (UI) GNOME sejak rilis versi 17.10. Sistem operasi Ubuntu dirilis untuk desktop, server, robot, dan juga mobile. Namun disini, kita hanya akan membahas versi desktop saja.

Sistem operasi ini dirilis dengan dukungan jangka panjang atau long term support (LTS) setiap 2 tahun. Ubuntu 20.04 (Focal Forsa) LTS adalah contohnya. Versi LTS 20.04 ini dirilis mulai tanggal 22 Oktober tahun 2020 dan akan didukung hingga tahun 2025 untuk publik, dan akan hadir dalam opsi dukungan berbayar hingga 2030.

Ubuntu adalah sistem operasi gratis dan bersifat open source. Begitu juga dengan sebagian besar software bawaan yang ada di dalamnya.

Sebagai sistem operasi gratis, kita tidak perlu membayar sepeserpun untuk menggunakannya. Dan, kita juga bebas untuk menyebarluaskan atau berbagi sistem operasi ini dengan siapapun. Serta, menginstalnya di semua perangkat yang kita miliki.

Tapi kalo kita punya uang lebih dan ingin berdonasi untuk Ubuntu sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada pengembang (developer) Ubuntu, itu adalah tindakan yang mulia dan sangat diharapkan untuk mendukung pengembangan OS ini. 

Sedangkan open source artinya. Sistem operasi ini bersifat terbuka. Di mana, kode atau script yang menyusun sistem operasi tersebut dapat dilihat, dibuka, dan diedit oleh siapapun untuk kepentingan sendiri maupun umum.

10 Alasan Saya Install Linux Ubuntu di Laptop


1. Gratis


Download Ubuntu 20.04 Gratis

Download dan install distro Ubuntu sepenuhnya gratis. Tidak hanya di satu komputer, kita bahkan bisa menginstalnya di puluhan hingga ratusan komputer sekalipun. 

Hal ini berkebalikan dengan sistem operasi berbayar seperti Windows. Dimana, untuk menggunakan Windows kita harus membeli terlebih dahulu. 

FYI, Windows 10 Home asli harganya sekitar Rp 2,999 jutaan. Sedangkan Windows 10 Pro dijual dengan harga sekitar Rp 4,299 jutaan (ketika saya menulis artikel ini). 

Harga tersebut tentu saja hanya untuk diinstal di satu komputer. Jadi, kalau kita berniat untuk menginstal Windows di 2-3 komputer atau lebih, kita membutuhkan lisensi tambahan--yang berarti harus membayar lagi.

Membeli dan install Windows OEM (terpisah dari perangkat bawaan) yang banyak dijual di toko online, atau install Windows dengan lisensi palsu (bajakan) adalah tindakan ilegal atau tindakan pembajakan, yang sama artinya dengan mencuri. Dalam agama Islam, membajak/mencuri hukumnya haram atau berdosa apabila dilakukan.

2. Stabil


Saya merasa install Ubuntu Linux adalah langkah tepat karena, OS ini stabil untuk digunakan sebagai daily driver. Sistem operasi ini sangat minim masalah dan bisa langsung perform setelah diinstal.

Tingkat kestabilannya yang sangat baik membuat sistem operasi ini jarang crash, jarang error, tidak banyak bermasalah, dan ramah dengan berbagai jenis komputer maupun kombinasi perangkat keras (hardware).

3. Dukungan software yang banyak


Ubuntu Software Center Terbaru

Saya tidak mengatakan bahwa Ubuntu didukung software yang lengkap melainkan, dukungan software untuk sistem operasi ini tergolong sebagai salah satu yang terbanyak di antara Distro Linux yang ada.

Banyaknya dukungan software ini bisa terwujud karena ada benang merah antara Ubuntu dengan Debian serta semua turunannya. Itu artinya, semua software yang dikembangkan atau dibuat serta bisa diinstal di Debian dan turunannya atau turunan Ubuntu seperti Linux Mint, Pop!_OS, Elementary OS, Lubuntu, Kubuntu, Ubuntu Studio, hingga Deepin OS, bisa juga diinstal di Ubuntu atau sebaliknya.

4. Rilis Reguler dan Berkelanjutan


LTS Ubuntu Release

Seperti yang telah saya sampaikan di atas, Ubuntu memiliki siklus rilis yang pasti dan berkelanjutan. Rilis jangka panjang diterbitkan setiap 2 tahun sekali pada bulan April. Dan, di dipertengahan 2 tahun tersebut, Ubuntu akan merilis versi sementara yang disebut interim release. Biasanya ditandai dengan angka 10 di bagian belakang. Contoh terbaru adalah Ubuntu 20.10.

Sedangkan turunan Ubuntu seperti Elementary OS, Linux Mint, Pop!_OS, dan lain-lain. Tentu saja akan mendapatkan versi baru setelah Ubuntu. Contoh, Linuxmint 20 yang dirilis di akhir bulan Juni, atau 2 bulan setelah rilis Ubuntu.

Bagaimana dengan Elementary OS? Elementary OS 5.1.7 Hera yang kita jumpai di bulan Desember 2020 contohnya. Distro Linux turunan Ubuntu ini masih berbasis Ubuntu 18.04 LTS. Sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Ubuntu yang saat ini sudah merilis versi 20.10 ketika tulisan ini saya publish.

5. Mudah diinstal dan digunakan


Antarmuka (UI) Ubuntu 20.04 Terbaru 2020

Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan sebuah sistem operasi yang mudah diinstall dan digunakan. Jika dulu Linux terkenal rumit dan hanya cocok untuk anak-anak komputer yang suka teknologi atau bisa coding, kini stigma tersebut sudah mulai terkikis.

Proses instalasi Ubuntu bisa dibilang lebih mudah dari install Windows. Kita hanya perlu mendownload file ISO atau master instalasi Ubuntu dan menyiapkan sebuah USB flash disk dengan kapasitas minimal 4 GB. Dengan bantuan software live Linux Installer seperti Lily atau Rufus, kita bisa membuat USB Installer untuk menginstal Ubuntu dengan cara yang sangat mudah.

Proses instalasinya pun sangat cepat. Setelah diinstal, ubuntu bisa langsung perform dan umumnya tidak perlu repot menginstal berbagai macam driver. Pasalanya, Ubuntu telah menyediakan driver universal yang bisa mengenali hampir semua jenis perangkat keras. Mulai dari processor, mainboard, RAM, VGA, scanner, printer, dan berbagai perangkat tambahan lainnya.

Ubuntu juga sudah jauh lebih mudah untuk digunakan oleh seorang pemula sekalipun. Begitu juga ketika kita akan menginstal software Ubuntu. Kini, kita tak perlu lagi memilih dependency atau mengaktifkan perintah di Terminal (command prompt) yang bikin sakit kepala. Karena kini, Ubuntu telah menyediakan Software Center yang cara kerjanya mirip Google Play Store di Android.

Begitu juga dengan antarmuka Ubuntu yang sangat mudah dipahami dan mudah digunakan. Kita, bahkan bisa lebih leluasa meng-custom theme agar sesuai dengan kebiasaan atau selera masing-masing. Kita bisa membuat Ubuntu terlihat layaknya seperti Mac OS X, bisa dibuat terlihat seperti Windows, atau yang lainnya.

6. Lebih aman dan tidak banyak virus


Virus adalah momok yang paling menyebalkan dan paling ditakuti oleh sebagian besar pengguna Windows. Virus bisa datang dari mana saja. Baik itu dari internet ketika mendownload software gratisan atau software bajakan, membuka email, browsing, atau bahkan ketika mencolokkan flash disk dari komputer teman yang kebetulan bervirus.

Apalagi, jika kita menggunakan Windows bajakan yang Windows-Defender-nya (pasti) dinonaktifkan untuk menghindari agar Microsoft tidak mendeteksi Windows bajakan yang kita gunakan.

Menginstal antivirus yang dibuat oleh pihak ketiga kadang-kadang bukanlah solusi terbaik meskipun sedikit banyak bisa membantu. Jika sudah kebobolan virus, jarang sekali ada antivirus yang bisa menanganinya. Dan sayangnya, antivirus terbaik dan yang datanya uptodate, rata-rata tersedia dalam versi berbayar (Pro).

Di Linux, khususnya distro Ubuntu. Tidak banyak virus komputer yang akan kita jumpai. Virus dari Windows bahkan tidak bisa berjalan di Ubuntu sekalipun kita klik. Karena itulah, bekerja dan data-data yang ada di Ubuntu cenderung lebih aman.

7. Ubuntu punya banyak varian dan turunan


Untuk merasakan pengalaman menggunakan Ubuntu tidak selalu mengharuskan saya untuk menginstal Ubuntu. Saya, bahkan bisa mencoba menggunakan berbagai varian Ubuntu atau turunannya.

Bagi yang tidak terlalu menyukai antarmuka yang ditawarkan oleh Ubuntu atau tidak terlalu menyukai file explorer yang mereka sediakan secara default, kita bisa mencoba distro lain yang berasal dari Ubuntu seperti:

  1. Ubuntu Studio. Ini adalah contoh varian Ubuntu yang secara default membawa berbagai macam software multimedia. Mulai dari pengolah audio/suara, software gambar, animasi, video editor, hingga photo editor.
  2. Linuxmint. Ini adalah salah satu turunan Ubuntu yang paling populer. Bahkan, bisa dibilang popularitasnya mendekati popularitas Ubuntu itu sendiri. Popularitas Linuxmint berasal dari antarmuka yang mereka tawarkan. UI Linux Mint dikenal sangat mirip sekali dengan Windows karena menyediakan start menu yang serupa. Distro Linux Ubuntu base ini juga menyediakan berbagai pilihan UI semisal, Cinnamon, XFce, dan KDE. Karena itulah, Mint kerap menjadi pilihan utama bagi pemula yang ingin bermigrasi dari Windows, karena lebih mudah beradaptasi.
  3. Elementary OS. Ini adalah salah satu distro favorit saya lainnya yang hingga saat ini masih setia saya gunakan di laptop. Jika tampilan Linux Mint sangat mirip dengan Windows, maka Elementary OS sangat mirip dengan Mac OS X. Tampilannya Distro Linux turunan Ubuntu ini sangat bersih, elegan, dan mudah dikustomisasi. Silahkan baca review Elementary OS saya jika kamu tertarik.
  4. Pop!_OS. Sebelumnya, saya pernah menggunakan dan review Pop OS. Jadi buat siapapun yang tertarik dengan distro yang satu ini, kamu bisa mengecek artikel saya sebelumnya. Untuk mengetahui sejauh mana impresi sistem operasi ini serta apa saja kelebihan dan kekurangannya.

8. Komunitas Ubuntu dan forum


Bisa dikatakan bahwa, komunitas Ubuntu adalah salah satu yang terbesar di dunia jika dibandingkan dengan distro lainnya. Tidak mengherankan, mengingat Ubuntu adalah salah satu Distro Linux yang paling banyak digunakan.

Forum Ubuntu memiliki kurang lebih 15 juta postingan dan threads. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan forum dari distro lain rata-rata memiliki kurang dari 1, 2, 3 juta atau mungkin paling banyak 7 juta postingan.

Itu artinya, berbagai masalah yang kita temukan di Ubuntu akan lebih mudah dicari solusinya. Kekuatan forum Ubuntu juga didukung ada benang merah antara distro Ubuntu dengan distro lain seperti Fedora, OpenSuse, Debian, serta berbagai turunan dari Debian maupun Ubuntu.

Solusi yang ada di Debian atau Linux Mint serta Elementary OS, seringkali bisa juga diterapkan di Ubuntu. Tidak hanya forum international, forum Ubuntu Indonesia juga menyediakan banyak solusi dan referensi yang bisa dimanfaatkan untuk memudahkan penggunaan yang tidak terlalu paham bahasa Inggris dalam menangani berbagai masalah selama menggunakan Distro Linux ini.

9. OS Ubuntu Linux mudah di-custom


Ubuntu OSX Theme

Alasan memilih distro Ubuntu lainnya yang patut dipertimbangkan adalah kemudahan kustomisasi antarmukanya. Jika kita menggunakan Ubuntu, kita bisa dengan mudah menyulap antarmuka sistem operasi ini agar terlihat seperti Windows atau seperti Mac OS.

Kita bahkan bisa menggunakan antarmuka dari Linux Mint seperti cinnamon, atau antarmuka Elementary OS yang dikenal dengan nama Pantheon di Ubuntu. Kita juga bisa menginstal lebih dari satu antarmuka dan bisa beralih dari satu antarmuka ke antarmuka lainnya tanpa harus restart system.

Begitu juga dengan pilihan file explorer (manager) yang tersedia. Di Linux ada banyak pilihan file manager yang bisa kita gunakan. Kita bisa menggunakan Pantheon File Manager yang fiturnya sangat mirip dengan Mac OS X, atau kita juga bisa menginstal File Explorer bawaan Linux Mint, Manjaro, Pop OS, Zorin OS, dll.

10. Persyaratan sistem yang rendah


Memang benar, system requirements untuk Ubuntu terbaru, yaitu Ubuntu 20.04 dan Ubuntu 20.10 mensyaratkan RAM minimal 2 GB (atau 4 GB agar bisa berjalan dengan baik) dan CPU 1GHz. 

Tapi bagi kamu yang kebetulan punya laptop lawas dengan sistem 32bit dan RAM (mungkin) hanya 1GB, kamu tetap bisa menikmati OS gratis ini dengan cara mendownload Ubuntu 32 bit versi lawas, seperti: Ubuntu 14.04, 16.04, atau bisa juga menggunakan varian Ubuntu yang memang diciptakan untuk komputer-komputer jadul seperti Lubuntu.

11. Bonus (kamu bisa install software dan game Windows serta Android di Ubuntu)


Install Aplikasi Android di Ubuntu

Ada banyak software dan game Windows dan Android yang bisa berjalan dengan sangat lancar, layaknya berjalan di atas sistem Windows maupun Android di Ubuntu.

Steam, Wine-Linux dan PlayOnLinux bukan emulator. Ini adalah contoh software yang bisa digunakan untuk menginstal berbagai game dan software atau aplikasi Windows agar bisa berjalan di Linux layaknya berjalan secara native di OS asalnya.

Sedangkan untuk aplikasi Android, Anbox adalah salah satu software yang hingga saat ini menjadi pilihan terbaik untuk instal aplikasi maupun game Android di ubuntu Linux.

Kesimpulan Install Ubuntu Linux di Pc atau Laptop


Itulah 10 alasan mengapa saya suka install Ubuntu Linux dan menjadikannya sebagai pilihan utama untuk OS di laptop yang saya gunakan. Menurut saya. Ubuntu, bahkan bisa cocok digunakan oleh berbagai macam profesi. Mulai dari desainer, animator, programmer, web/apps developer, content creator, dan music maker. Ubuntu, juga cocok diinstal untuk office desktop atau komputer kantoran serta untuk penggunaan sehari-hari. Saya harap, tulisan ini bisa membantu menjawab berbagai pertanyaan seputar Distro Ubuntu Linux bagi teman-teman yang ingin migrasi dari Windows ke Linux atau jika kalian sedang mempertimbangkan OS terbaik apa yang cocok untuk diinstal dan digunakan di komputer baru.

2 komentar

  1. Ubuntu yang official (bukan flavour) berat gan tapi untuk laptop jaman now mungkin ringan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul gan, mintanya spek lumayan gede. RAM minimal 2GB--atau 4GB kalo mau lancar. Tapi kalo dibandingin sama versi 19.04, versi 20.04 atau 20.10 rasanya jalan lebih smooth di laptop yang sama

      Hapus